5 Cara Menghemat Air saat Kemarau agar Persediaan Tetap Aman
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto dalam Penandatanganan Kerja Sama antara Sekolah Vokasi UGM dan SUN Energy secara daring, Rabu (18/8/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto menyatakan kebutuhan pekerja untuk sektor energi baru terbarukan (EBT) terus meningkat baik secara global maupun nasional seiring banyaknya penggunaan green energy. Oleh karena itu link and match antara pendidikan dengan industri harus terjalin demi menghasilkan SDM yang mumpuni. Hal itu disampaikan dalam Penandatanganan Kerja Sama antara Sekolah Vokasi UGM dan SUN Energy secara daring, Rabu (18/8/2021).
Wikan mengatakan urgensi penggunaan EBT sudah sangat terasa di Indonesia. Ia berharap kerja sama yang dijalin antara SUN Energy dan SV UGM bisa diikuti institusi perguruan tinggi lainnya sehingga terjadi link and match antara pendidikan dengan industri. Apalagi saat ini kebutuhan SDM EBT terutama surya terus meningkat. Indonesia sendiri berencana membangun energi surya di beberapa tempat karena dengan EBT membuat semakin memiliki kemandirian bidang energi.
BACA JUGA : Co-Firing, Strategi PLN Tingkatkan Kapasitas Pembangkit EBT
“Target nasional ini diharapkan didukung pendidikan dan dunia industri. Potensi peluang kebutuhan baru pekerjaan global di sektor EBT sebanyak 11,5 juta pada 2019, ini didominasi panel surya 3,8 juta, 63% dari pekerjaan di EBT ada di Asia termasuk Indonesia. Indonesia harus kita sikapi, dukungan kebijakan pemerintah menuju green energy, menciptakan SDM bidang EBT signifikan khususnya vokasi. Indonesia memiliki banyak potensi sehingga link and match ini harus dilakukan,” kata mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini.
Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono menambahkan melalui kerja sama dengan industri harapannya menghasilkan lulusan yang dibutuhkan di lapangan. Ia akan menghadirkan banyak pelaku industri energi untuk mengajar di kampus bahkan akan dilibatkan dalam membimbing tugas akhir mahasiswa. Sehingga hasilnya memadukan antara teori dan praktik di lapangan yang menjadi sajian menyelesaikan masalah.
“Tujuan agar Sekolah Vokasi tidak jauh dari Industri bisa saling melengkapi kebutuhan. Kami sedang mengembangkan untuk S2, kalau dengan perusahaan energi surya berarti mata kuliahnya tentang energi surya dan praktiknya bagaimana dan pemasarannya, ada rekanan energi air, energi angin, ini dikemas bersama, harus sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
BACA JUGA : Dukung Pemanfaatan EBT, PLN Teken Perjanjian Jual Beli
Garry Perdana selaku Direktur SUN Energy mengatakan kerja sama itu diharapkan dapat dilaksanakan, adapun bentuk terdiri dari empat poin, mulai dari implementasi PLTS, Tempat Uji Kompetensi (TUK), kuliah umum hingga penyerapan SDM menjadi karyawan.
“Implementasi pembangunan PLTS sebagai energi alternatif di bangunan kampus, kemudian pengembangan Tempat Uji Kompetensi dan Lembaga Sertifikasi Profesi di sektor energi tenaga surya. Kami juga siap untuk peningkatan pengetahuan melalui kuliah umum dengan dosen tamu satu bulan sekali. Termasuk untuk penyerapan tenaga sumber daya manusia menjadi karyawan magang, hingga pengabdian masyarakat di daerah KKN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
GIIAS 2026 diprediksi mencatat pengunjung lebih banyak dari tahun lalu. Pameran menghadirkan lebih dari 65 merek dan 37 kendaraan baru.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Cuaca Jogja hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, didominasi berawan. Sleman berpotensi udara kabur dengan suhu DIY mencapai 33°C.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 9 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.