Advertisement

Serangan Siber Sasar PeduliLindungi, Nasib Data Pribadi?

Akbar Evandio
Kamis, 12 Agustus 2021 - 10:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Serangan Siber Sasar PeduliLindungi, Nasib Data Pribadi? Ilustrasi tampilan aplikasi PeduliLindungi di ponsel. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Data pribadi masyarakat diprediksi menjadi sasaran serangan siber. Sertifikasi vaksinasi Covid-19 dinilai menjadi pendorong utama serangan ke aplikasi PeduliLindungi.

Chairman Lembaga Communication dan Information System Research Center (CISSRec) Pratama Persadha mengatakan, pemerintah harus menjadikan keamanan aplikasi sebagai perhatian serius. Terlebih, data yang disimpan dan dikelola akan sangat banyak.

“Dalam 3 tahun akan ada ratusan juta data masuk karena memang data sertifikat vaksinasi ini menjadi ujung tombak pendataan yang ada di Tanah Air,” ujarnya, Rabu (11/8/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurutnya, antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan audit keamanan secara rutin, bisa dengan melakukan tes penetrasi agar dapat mengetahui mana saja lubang keamanan yang bisa dimanfaatkan pihak luar.

Selain itu, upaya lainnya agar tidak lupa melakukan pembaruan rutin pada sistem, baik CMS website, anti virus, firewall dan semua perangkat pendukung serta melakukan cadangan data (backup) berkala untuk menghindari deface website.

Untuk diketahui, deface website merupakan perusakan situs atau serangan terhadap web yang mengubah tampilan visual situs atau halaman web.

Baca juga: DIY Kaji Kebijakan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Wisatawan

Selanjutnya, dia mengatakan penting untuk melakukan scan malware secara rutin dan mengelola pengaturan hak user dengan baik, sehingga jelas siapa super admin dalam website.

Pratama mengatakan hal tersebut perlu dilakukan karena modus yang bisa dilakukan ke depan sangat banyak dan makin beragam. Apalagi, aplikasi tersebut menaungi data pribadi yang sensitif, seperti nomor KTP dan QR code serta data pribadi lainnya.

Advertisement

Sementara itu, dia melanjutkan untuk masyarakat saat ini yang terpenting agar tidak membagikan sertifikat vaksinasi di media sosial, aplikasi perpesanan atau diberikan ke orang lain sembarangan melalui jasa cetak.

“Lalu yang paling penting dan sebenarnya mudah dilakukan adalah buat username password yang sulit. Gabungkan huruf besar kecil dengan angka serta simbol, misalnya [email protected]$$#%,” ujarnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Bantul Siagakan Pos di 29 Kalurahan

Bantul
| Sabtu, 08 Oktober 2022, 00:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement