6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
virus Marburg
Harianjogja.com, JAKARTA -Belum reda pandemi akibat virus Corona, kini ditemukan lagi virus Marburg di Afrika.
Di Afrika bagian timur dan Selatan, telah terjadi 12 wabah besar marburg sejak tahun 1967. Namun untuk pertama kalinya di Afrika Barat setelah Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengkonfirmasi kematian akibat virus Marburg.
Kasus baru virus Marburg di Guinea, Afrika Barat dikonfirmasi pekan lalu setelah pasien mencari perawatan di klinik setempat, kata WHO.
Pasien tersebut, pertama kali mencari perawatan di klinik setempat sebelum kondisinya memburuk dengan cepat.
BACA JUGA: Sebelum Gratiskan Oksigen Generator, Pemkab Bantul Akan Gelar Uji Coba
Analis di laboratorium Dengue nasional Guinea dan Institut Pasteur di Senegal kemudian mengkonfirmasi diagnosis kasus virus Marburg.
"Potensi virus Marburg untuk menyebar jauh dan luas berarti kita perlu menghentikannya. Kami bekerja dengan otoritas kesehatan untuk menerapkan tanggapan cepat yang dibangun berdasarkan pengalaman dan keahlian Guinea di masa lalu dalam mengelola Ebola, yang ditularkan dengan cara yang sama." ujar Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika dalam sebuah pernyataan.
WHO mengatakan tingkat kematian kasus Marburg bervariasi dari 24% hingga 88% pada wabah sebelumnya, tergantung pada jenis virus dan manajemen kasus. WHO menambahkan bahwa penularan terjadi melalui kontak dengan cairan dan jaringan tubuh yang terinfeksi.
Wabah Marburg berawal ketika hewan yang terinfeksi seperti monyet atau kelelawar buah menyebarkan virus ke manusia. Virus kemudian menyebar dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terpapar.
Gejala yang ditimbulkan dari Virus Marburg seperti sakit kepala, nyeri otot, dan pendarahan melalui berbagai lubang.
Sementara itu, situs web pemerintah Inggris mengatakan masa inkubasi demam berdarah Marburg adalah hingga 10 hari dan muncul nya penyakit tiba tiba, seperti :
1. Sakit kepala parah
2. Rasa tidak enak
3. demam tinggi
4. kelemahan progresif dan cepat
Lalu, pada hari ketiga, gejalanya meliputi
1. diare berair
2. sakit perut
3. keram
4. mual
5. muntah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.