Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Kebakaran hutan hebat di dekat Athena, Ibukota Yunani Senin malam (23/7/2018) menewaskan tujuh orang. Ada yang terpanggan di mobil dan di atas sepede motor karena tersambar api saat terjebak kemacetan./Reuters-Alkis Konstantinidis
Harianjogja.com, JAKARTA--Yunani menghadapi bencana alam dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah 586 kebakaran hutan menghanguskan "semua sudut" negara itu, kata Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis dalam pidato yang disiarkan televisi tadi malam.
Negara Mediterania itu sedang mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa dekade dan petugas pemadam kebakaran terus memerangi api di seluruh wilayah negara itu. Sedikitnya 63 kali evakuasi terorganisir telah terjadi dalam beberapa hari terakhir, kata Mitsotakis seperti dikutip CNN.com, Selasa (10/8/2021).
BACA JUGA : Kebakaran Hutan di Yunani Merembet ke Rumah Warga
Dia juga meminta maaf "atas segala kelemahan" pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan, yang telah menghancurkan ratusan rumah dan memaksa orang untuk mengungsi dari puluhan desa selama seminggu terakhir.
"Hari-hari terakhir ini adalah yang paling sulit bagi negara kita dalam beberapa dekade," katanya, mengutip panas yang ekstrem dan bulan-bulan kekeringan sebagai masalah yang memperumit upaya pemadaman kebakaran.
Otoritas lingkungan telah memperingatkan bahwa negara-negara di Eropa Selatan itu sering mengalami kekeringan. Kondisi itu merupakan risiko terbesar dari dampak perubahan iklim di benua itu.
"Jelas bahwa krisis iklim memengaruhi seluruh planet ini," kata Mitsotakis.
Dia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan segala sesuatu yang mungkin secara manusiawi. Akan tetapi dalam banyak kasus kemampuan negara itu tampaknya tidak cukup dalam pertempuran yang tidak setara dengan alam.
BACA JUGA : Ilmuwan: Bumi Capai Suhu Terpanas dalam 125.000 Tahun
Laporan mutakhir dari Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa "tidak diragukan lagi" bahwa manusia telah menyebabkan krisis iklim. Disebutkan bahwa "perubahan yang meluas dan cepat" telah terjadi dan beberapa di antaranya tidak akan berubaah lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.