Kasus Harian Covid di Jawa Tengah Masih Tertinggi Nasional

Grafik perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah per 9 Agustus 2021. - Satgas Penanganan Covid/19
09 Agustus 2021 17:17 WIB M. Faisal Nur Ikhsan dan Alif Nazzala R. News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Laju penambahan kasus Covid-19 di Jawa Tengah masih meningkat signifikan. Hal tersebut terlihat dalam data perkembangan kasus Covid-19 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI pada Minggu (8/8/2021) kemarin.

Tercatat, penambahan kasus harian di Jawa Tengah masih jadi yang tertinggi di Indonesia. Setidaknya, ada lima wilayah dengan penambahan kasus harian tertinggi pada 8 Agustus lalu. Kelima wilayah tersebut adalah Jawa Tengah dengan 4.693 kasus baru, Jawa Timur dengan 2.537 kasus, Jawa Barat dengan 2.248 kasus, serta DKI Jakarta dengan 1.649 kasus harian.

Data terbaru yang dilaporkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada 9 Agustus 2021, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Jawa Tengah secara kumulatif berada di angka 419.356 kasus.

Pada Senin (9/8/2021), jumlah pasien Covid-19 yang dirawat bertambah 4.210 orang. Sehingga jumlah pasien Covid-19 secara kumulatif berada di angka 28.249 orang. Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 5.843 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Data Satgas Covid-19 pusat per hari ini mengumumkan, kasus konfirmasi baru di Jateng bertambah 4.210 orang, sembuh 6.108 orang dan meninggal 404 orang. Perbedaan data pusat dengan Pemprov Jateng masih terjadi.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat ada empat wilayah yang memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19. Keempat wilayah tersebut adalah Cilacap, Purbalingga, Temanggung, Kota Magelang, serta Wonogiri.

Adapun dalam program vaksinasi di Jawa Tengah capaiannya baru di angka 18,83 persen. Artinya, baru 5,4 juta orang di Jawa Tengah yang menerima vaksin, padahal targetnya mencapai 28 juta orang.

“Kami terus melakukan percepatan. Setiap datang kiriman vaksin, langsung kami distribusikan dan di daerah langsung disuntikkan,” jelas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pekan lalu.

Untuk meningkatkan validitas data vaksinasi, Ganjar meminta pemerintah daerah untuk mengisi Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE). Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemantauan logistik vaksin dari tingkat provinsi hingga di fasilitas kesehatan. “Sebab kalau tidak, maka pusat tidak akan mengirim vaksin. Jadi tolong itu juga diperhatikan,” jelas Ganjar.

Situasi penanganan Covid-19 di Jateng./Kemenkes

Sementara jajaran Pemprov Jateng menegaskan penanganan Covid-19 di wilayah setempat menunjukkan tren positif. Dari minggu ke minggu, jumlah kasus aktif di provinsi ini terus mengalami penurunan.

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo saat rapat penanggulangan Covid-19 di Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (9/8/2021) memaparkan, angka positifity rate Jateng turun dari 31,15 persen di minggu ke-30 menjadi 26,07 di minggu ke-31. Sementara dari sisi bed occupancy rate, terjadi penurunan baik di ICU maupun isolasi.

"BOR ICU dari semula 70,42 persen di minggu ke-30, turun menjadi 62,02 persen di minggu ke-31. Untuk BOR isolasi juga mengalami penurunan dari 54,67 persen di minggu ke-30 turun jadi 43,62 persen di minggu ke-31 ini," terangnya.

Selain itu, Prasetyo juga menerangkan bahwa status perkembangan level di Jawa Tengah pada hari ini juga membaik. Dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng, hari ini yang masuk level 4 hanya satu daerah, yakni Kota Magelang.

Indikator penanganan Covid-19 di DIY per 8 Agustus 2021.

Sumber : JIBI/Bisnis.com