Advertisement

BOR ICU Masih Tinggi, Begini Saran Guru Besar UI

Nyoman Ary Wahyudi
Senin, 09 Agustus 2021 - 11:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
BOR ICU Masih Tinggi, Begini Saran Guru Besar UI Dekan Fakultas Kedokteran Universias Indonesia Ari Fahrial Syam - fk.ui.ac.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam meminta pemerintah menekan laju kematian pasien positif Covid-19 di ruang rawat ICU. Menurutnya masih banyak pasien positif Covid-19 dengan kondisi kritis dirawat di rumah sakit  seiring menurunnya pasien dengan gejala sedang dan ringan. 

“BOR [keterpakaian tempat tidur] untuk ruang isolasi sudah mulai menurun, tetapi BOR ICU masih tinggi, masih banyak kasus-kasus yang memang dalam kondisi berat dan hanya tergantung pada ventilator,” kata Ari melalui keterangan tertulis, Senin (9/8/2021). 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pada kenaikan kasus Covid-19 Juli 2021 lalu, Ari mengatakan, 30 persen tenaga kesehatan meninggal selama kurun waktu tiga semester pandemi di Tanah Air. Dengan demikian, dia meminta pemerintah untuk menekan penambahan kasus dengan kondisi kritis di ruang ICU itu. 

“Karena dengan tidak terkendalinya kasus, intalansi gawat darurat akan dipenuhi oleh pasien-pasien dan dan ini akan berdampak juga buat para tenaga kesehatan termasuk para dokter. Tidak boleh terulang ratusan dokter meninggal di bulan Juli 2021,” kata dia. 

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat terdapat 640 dokter gugur akibat terinfeksi Covid-19 hingga Rabu (4/8/2021). 

Sebelumnya, tenaga kesehatan  sudah bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga. Menteri Kesehatan memastikan pasokannya cukup namun belum bisa disuntikan untuk masyarakat umum. 

“Kita dapatkan bantuan Moderna dari pemerintah Amerika yaitu 4 juta. Sementara kebutuhan untuk tenaga kesehatan 1,5 juta kita bisa kasihkan dulu untuk seluruh nakes sebagai single shot. Tolong bapak ibu nakes, dari Dinkes juga segera disuntikkan,” kata Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021). 

Menkes Budi juga meminta agar suntikan vaksin dosis ketiga tidak diberikan terlebih dahulu ke masyarakat umum non-nakes.  “Kita harus prioritaskan nakes karena merekalah tentara kita bertempur sehari-hari,” ujarnya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Kenali Ciri-Ciri Daerah Rawan Longsor, Salah Satunya Gundul

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement