Asteroid Temuan NASA Bisa Bikin Penduduk Bumi Jadi Miliarder

Asteroid Psyche
08 Agustus 2021 15:17 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - NASA meluncurkan misi untuk mempelajari asteroid terdekat bumi yang harganya diprediksi senilai lebih dari US$10.000 kuadriliun.

Asteroid itu, disebutkan mengandung begitu banyak logam mulia sehingga setiap orang di Bumi akan menjadi miliarder jika bisa dibawa ke bumi.

BACA JUGA : Musnahnya Dinosaurus 66 Juta Tahun Lalu akibat Asteroid

Asteroid bernama Psyche itu pertama kali ditemukan 16 pada Maret 1852. Ukurannya, selebar 124 mil, dan akan menjadi fokus utama proyek NASA, yang ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2022.

Pesawat ruang angkasa itu akan tiba empat tahun kemudian pada awal 2026.

Ini akan menjadi eksplorasi pertama ke dunia logam daripada batu dan es.

"Tidak seperti kebanyakan asteroid lain yang berbatu atau badan es, para ilmuwan berpikir asteroid tipe-M (logam) 16 Psyche sebagian besar terdiri dari besi logam dan nikel yang mirip dengan Bumi." ungkap pernyataan NASA.

Asteroid itu terletak di antara Mars dan Jupiter. Astreoid itu diyakini sebagai "sisa-sisa protoplanet yang dihancurkan oleh 'tabrakan tabrak lari' ketika tata surya terbentuk."

Sebuah tim di California telah membuat peta suhu baru untuk membantu NASA memahami sifat permukaan asteroid. Biasanya, gambar inframerah dari batu ruang angkasa hanya memberikan fragmen data yang setara dengan satu piksel, tetapi peneliti bisa mendapatkan resolusi 50 piksel, menurut Daily Mail.

“Temuan ini merupakan langkah untuk memecahkan misteri asal usul objek yang tidak biasa ini, yang telah dianggap oleh beberapa orang sebagai bongkahan inti dari protoplanet yang bernasib buruk”, kata peneliti dari studi baru-baru ini.

BACA JUGA : Tak Perlu Khawatir Lagi, Asteroid Seukuran Stadion Sudah

Mereka menemukan bahwa permukaannya terdiri dari setidaknya 30 persen, dengan batuan lebih lanjut di permukaan yang mengandung butiran logam.

Katherine de Kleer dari Caltech, asisten profesor ilmu planet dan astronomi, menambahkan mereka berpikir bahwa fragmen inti, mantel, dan kerak benda-benda ini tetap ada hari ini dalam bentuk asteroid.

"Jika itu benar, itu memberi kita satu-satunya kesempatan nyata untuk mempelajari secara langsung inti objek mirip planet.” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia