5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 varian Delta Plus telah diidentifikasi di lebih dari 10 negara di dunia. Baru-baru ini, varian Delta Plus telah terdeteksi di Indonesia. Varian baru ini dimungkinkan memiliki kemampuan yang meningkat untuk menularkan virus Corona.
Pemerintah dan pakar kesehatan terus mempertimbangkan strategi untuk penanganan penyebaran virus. Diketahui saat ini telah ada 11 varian virus SARS-CoV-2 yang dipantau oleh World Health Organization (WHO).
Konsorsium SARS-CoV-2 pada Genomics (INSACOG) terus mengikuti evolusi dari varian Delta Plus. Mereka juga mencantumkan kekhawatiran mengenai ini. Berikut fakta-fakta Covid-19 varian Delta Plus yang perlu Anda ketahui:
1. Variant of Concern
Melansir dari medicalnewstoday.com, Public Health England (PHE) pertama kali menyatakan bahwa varian Delta Plus atau dikenal B.1.617.2.1 sebagai “Variant of Concern” pada 11 Juni dan 22 Juni 2021. Varian Delta Plus merupakan keturunan dari varian Delta yang perbedaannya terletak pada mutasi K417N.
Mutasi ini juga ditemukan pada varian Beta dan Gamma yang pertama kali diidentifikasi oleh peneliti di Afrika Selatan dan Brazil. Dikarenakan mutasi juga ditemukan di varian lain, kemungkinan tidak menjadi kekhawatiran baru.
2. Peningkatan Transmisibilitas
Ikatan varian Delta Plus yang lebih kuat dengan reseptor sel pada paru-paru berpotensi menimbulkan adanya pengurangan respons antibodi monoklonal
2. Efektivitas Vaksin
Banyak vaksin Covid-19 yang menunjukkan bukti dapat mencegah risiko rawat inap dan penyakit parah terhadap varian Delta yang ada sebelumnya.
Vaksin Pfizer dan Oxford-AstraZeneca terbukti efektif dengan efektivitas masing-masing 96 persen dan 92 persen setelah mendapat dosis kedua. Studi tentang vaksin Moderna juga menunjukkan bahwa adanya kemampuan untuk menetralkan varian Delta.
Belum ada data yang cukup tentang efektivitas vaksin terhadap varian Delta Plus untuk saat ini. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda signifikan dari virus yang menginfeksi orang yang telah menerima vaksinasi. Tidak ada indikator secara langsung yang menunjukkan bahwa varian Delta Plus lebih menular atau berbahaya daripada varian lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.