Menag Yaqut Ucapkan Selamat Hari Raya untuk Komunitas Baha'i, Ini Pernyataan Lengkapnya

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas - Dok. Kemenag
28 Juli 2021 02:27 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Kholil Qoumas menyampaikan selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB kepada komunitas Baha'i di Indonesia. Pernyataan ini mengundang beragam komentar dari masyarakat.

Nama Baha'i ramai diperbincangkan di jagat Twitter. Bahkan menjadi salah satu trending di media sosial. Mulanya dimulai dari pernyataan selamat dari Menag lewat siaran video.

BACA JUGA : Menag Minta Semua Tempat Ibadah di Zona Merah & Oranye

Penceramah sekaligus aktivis Akmal Sjafril misalnya menyebutkan bahwa Baha'iyah merupakan salah satu aliran sesat di Tanah Air. Pernyataan itu dikutipnya dari buku Buya Hamka.

"Dalam bukunya, "Pelajaran Agama Islam", Buya Hamka sudah menjelaskan dua aliran sesat, yaitu Ahmadiyah dan Baha'iyah," tulisnya melalui Twitter, Selasa (27/7/2021).

Berikut pernyataan lengkap Menteri Agama:

Assalamualaikum wr wb

Selamat sejahtera bagi kita semua

Kepada saudaraku masyarakat Baha'i di manapun berada saya mengucapkan selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB.

Suatu hari pembaharuan yang menandakan musim semi spiritual dan jasmani setelah umat Baha'i menjalankan ibadah puasa selama 19 hari.

Semoga hari raya ini dapat menjadi kesempatan dan momentum bagi bangsa kita untuk saling bersilaturahim dan memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama bahwa agama perlu menjadi sarana yang memberikan stimulus rohani bagi bangsa indonesia untuk senantiasa bekerja  sama dan maju.

Demikian juga perlu menjadikan agama sebagai rahmat bagi semua makhluk. Kita bangsa Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 tengah diuji untuk menyelamatkan agama dan ilmu pengetahuan agar menjadi sumber kebaikan  bagi semua.

Semua lapisan masyarakat perlu bekerja sama menyatukan visi dan tindakan menyalurkan harapan dan semangat cinta kasih kepada sesama anak bangsa.

Sebagaimana tulisan suci Baha'i dari Bahaullah menyatakan bahwa kesejahteraan, kedamaian dan keamanan umat manusia tidak mungkin tercapai kecuali persatuan telah didirikan dngan teguh.

Mewakili pemerintah khususnya Kementerian Agama, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas Baha'i dan seluruh umat beragama di Indonesia agar terus mengobarkan semangat persaudaraan meningkatkan pengabdian dalam usaha bersama dan pemerintah dan seluruh masyarakat demi mewujudkan cita-cita luhur yang menjadi pondasi berdirinya negara dan bangsa Indonesia yang sama sama kita cintai ini.

Semoga pandemi segera berlalu mari kita terus berkolabosasi dalam harmoni menuju indoensia maju.

Lalu, apa itu Baha'i?

Baha'i dibawa oleh Baha'ullah. Dia lahir dengan nama Mirza Husayn- "Ali Nuri di Persia pada 12 November 1817.

Pada 1863, Mirza Husayn memproklamasikan iman Baha'i sebagai pembawa wahyu. Setelah itu, Baha'i masuk ke Indonesia dibawa oleh Jamal Effendy dan Mustafa Rumi.

BACA JUGA : Menag Minta Dukungan Pemda untuk Terapkan Prokes Saat

Keduanya merupakan pedagang dari Persia dan Turki di Sulawesi sekitar 1878. Agama ini kemudian sempat masuk dalam daftar organisasi dilarang di era Presiden Soekarno melalui Keppres No 264/1962.

Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kemudian mencabut aturan itu mengganti dengan Keppres No 69/2000. Gus Dur mengakui secara konstitusi keberadaan Baha'i serta mempersilakan menjalankan aktivitas keagamaan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia