Jokowi: Angka Kematian Harus Ditekan Semaksimal Mungkin

Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan terkait perpanjangan PPKM Level 4, Minggu (25/7/2021) - Youtube/Setpres.
26 Juli 2021 09:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk menekan angka kematian dengan maksimal akibat Covid-19 di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Hal itu ditegaskannya saat secara resmi menyampaikan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, Kepala Negara memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021.

Dalam kesempatan itu, dia menginstruksikan para menteri untuk mengambil langkah-langkah optimal untuk penanganan pasien Covid-19.

"Angka kematian harus ditekan semaksimal mungkin dan untuk daerah-daerah yang memiliki angka kematian yang tinggi, peningkatan kapasitas rumah sakit isolasi dan juga ketersediaan oksigen perlu ditingkatkan segera," jelasnya dalam pernyataan yang disiarkan Youtube Setpres, Minggu (25/7/2021).

Presiden Jokowi pun mendorong penanganan yang total terhadap pasien yang menjalankan isolasi mandiri dengan pembagian vitamin dan obat serta konsultasi dokter.

"Secara khusus saya minta kepada para menteri terkait juga segera melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin, suplemen kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan dan konsultasi dokter terhadap isolasi mandiri, serta dukungan pengobatan di rumah sakit."

Adapun, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pada Jumat (23/7/2021) penambahan kasus meninggal akibat terpapar virus Corona kembali mencatat rekor yaitu 1.566 orang. Penambahan kasus kematian ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia.

Kemarin, penambahannya sebanyak 1.266 kasus sehingga total kasus meninggal akibat Covid-19 telah mencapai 83.297 kasus. Jawa Timur masih menjadi dengan penambahan kasus kematian harian tertinggi yakni 318 kasus sehingga totalnya mencapai 18.158 kasus. 

Jawa Tengah menyusul dengan tambahan 264 kasus kematian sehingga totalnya 16.814 kasus meninggal akibat Covid-19. DKI Jakarta melaporkan 157 kasus kematian dengan akumulasinya mencapai 11.439 kasus kematian.

Sumber : Bisnis.com