Kasus Jamur Hitam India Lebih Dari 45.000

Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash, New Delhi, India, 15 April 2021. - Reuters/Danish Siddiqui
22 Juli 2021 16:37 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Kesehatan India menyatakan lebih dari 45.000 kasus kematian black fungus atau jamur hitam terjadi selama dua bulan ini. 

Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (22/7/2021), Menteri Kesehatan Muda, Bharati Pawar kepada anggota dewan pada Selasa (20/7/2021) mengatakan lebih dari 4.200 orang meninggal karena fungus, para ahli kesehatan menyebut penyakit ini sebagai mucormycosis.

 Infeksi yang dipercaya langka ini justru meledak saat pandemi Covid-19. Biasanya penyakit ini menyerang mereka yang sembuh dari Covid-19. 

Penyakit ini disebut mematikan. Bahkan ahli bedah pun terpaksa harus mengambil mata, hidung atau dagu pada apsien agar penyakit ini tidak menyebar ke otak. Risiko kematian penyakit ini lebih dari 50%. 

Menurut data pemerintah, jumlah tertinggi kasus ini dilaporkan terjadi di sisi barat Maharashtra dengan angka 9.348. Sebelum pandemi Covid-19, terdapat setidaknya 20 kasus setiap tahun. Pasien penyakit ini pun rata-rata adalah mereka yang mengalami tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, HIV atau penerima donor organ tubuh. 

Para ahli mengatakan penambahan kasus ini karena pasien Covid-19 mengonsumsi steroid. Pemerintah India menyatakan fungus sebagai wabah pada Mei 2021, tepatnya saat permintaan obat untuk mengatasi penyakit ini membanjiri media sosial. 

Pemerintah India pada Selasa (20/7/2021) menyatakan jumlah pasien jamur hitam mencapai puncak pada Mei dan Juni 2021 dan kini menurun. Namun media Hindustan Times melaporkan pada Senin (19/7/2021) jika terdapat peningkatan kasus ini pada anak-anak di Rajasthan utara.

Sumber : Channel News Asia