Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Terus Berkurang

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
22 Juli 2021 10:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah pasien Covid-19 di empat tower Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta kembali berkurang. Saat ini jumlahnya sudah di bawah 5.000 pasien.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan pada hari ini, Kamis (22/7/2021) jumlah pasien yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran berkurang 156 orang.

Dengan demikian, jumlah orang yang masih mendapat perawatan di Wisma Atlet Kemayoran sampai dengan hari ini mencapai 4.780 orang atau berkurang dari semula 4.936 orang. 

Secara keseluruhan, total pasien yang ada di Wisma Atlet pasien yang sudah terdaftar di Tower 4, 5, 6, dan 7 mencapai 120.040 orang, di mana 115.260 orang di antaranya sudah keluar, ada yang sembuh, dirujuk ke rumah sakit lain, atau meninggal dunia. 

“Tercatat total 958 orang dirujuk ke RS lain, yang sembuh 113.817 orang, dan meninggal 485 orang atau bertambah 6 orang dalam 24 jam,” kata Aris melalui keterangan resmi, Kamis (22/7/2021). 

Sementara itu, di tower 8, 9, dan 10 mendapat tambahan jumlah pasien cukup banyak sampai 243 orang. Ketiga tower tersebut difungsikan untuk menjadi tempat isolasi dan perawatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru kembali dari luar negeri (repatriasi). 

Di Tower 8, 9, dan 10 Wisma Atlet Pademangan untuk pasien repatriasi dan PMI saat ini merawat 5.362 dari semula sebanyak 5.119 pasien.

Adapun, pasien Covid-19 dari repatriasi juga terdapat di sejumlah hotel di Jakarta yang jumlahnya mencapai 2.345 orang. 

Sementara itu, di rumah sakit darurat Covid-19 lainnya seperti di RSKI Pulau Galang, kini merawat 344 orang pasien. Perincian pasien yang ada di RSKI Pulau Galang yakni seluruhnya terkonfirmasi positif, dan secara keseluruhan bertambah 30 orang dari semula 314 orang.

Adapun, di Rusun Nagrak, yang baru-baru ini difungsikan untuk menambah kapasitas, terisi 576 orang di tower 1, 2, dan 3. Jumlahnya berkurang 55 orang dari sebelumnya 631 orang.

Sampai hari ini sudah ada 8.442 pasien terdaftar di Rusun Nagrak, dan 7.866 di antaranya keluar dengan perincian dirujuk ke RS lain 43 orang, pasien keluar atas permintaan sendiri (APS) 402 orang, dan selesai isolasi 7.421 orang.

Rusun Pasar Rumput juga sudah mulai difungsikan untuk menerima pasien tanpa gejala. Saat ini jumlah pasien yang mendapat perawatan sudah 44 orang, atau bertambah 22 orang dari hari sebelumnya 22 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia