Advertisement
Obat Azithromycin dan Oseltamivir Tak Direkomendasikan untuk Covid-19, Ini Kata Ahli
Azithromycin - istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Setidaknya lima organisasi profesi kedokteran di Indonesia tidak lagi merekomendasikan obat Azithromycin dan Oseltamivir sebagai obat terapi bagi pasien Covid-19. Kenapa?
Lima organisasi tersebut yaitu Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Advertisement
Kemudian, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Organisasi itu mengusulkan agar dua jenis itu tidak lagi diberikan kepada pasien bergejala ringan.
Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan alasan obat tersebut tidak lagi menjadi standar perawatan bagi pasien Covid-19.
Menurutnya, berdasarkan paparan organisasi kesehatan dunia (WHO), Oseltamivir merupakan obat antivirus yang digunakan untuk terapi infeksi influenza dalam tubuh.
“Bukan untuk Covid-19. Jadi jelas, prinsipnya, Oseltamivir itu bukan obat Covid-19. Sedangkan Azithromycin adalah obat antibiotik yang mengatasi bakteri. Kalau Covid-19 kan penyebabnya virus,” tulisnya melalui Twitter, Minggu (18/7/2021).
Oleh karena itu, dia menyebut tidak seharusnya pasien Covid-19 diberikan Azithromycin kecuali ada infeksi bakteri sekunder.
"Akan tetapi, pemakaiannya tetap ditentukan oleh dokter," ujarnya.
BACA JUGA: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk DIY, Ini Upaya Pemda Cegah Wabah Meluas
Lebih lanjut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menerangkan bahwa revisi itu dilakukan karena beberapa penelitian mengungkapkan bahwa dampak Azithromycin terhadap pasien Covid-19 tidak efektif.
Bahkan kata dia, penggunaan secara tidak perlu justru membuat pasien rentan terhadap efek samping obat tersebut. Salah satunya terjadi peningkatan risiko resistensi.
Dia menjelaskan, konsumsi Azithromycin secara bebas malah akan membuat bakteri resisten. Jenis obat ini diminta tidak digunakan lagi oleh pasien Covid-19 kecuali infeksi lainnya.
“Bagaimana jika sudah terlanjur memakai Azithromycin? Ya setop. Karena tidak dibenarkan. Meski saya tahu niatnya baik untuk menyembuhkan, tapi harus dipahami bahwa Azithromycin bukan obat Covid-19,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah masih memasukan Azithromycin dan Oseltamivir sebagai salah satu obat yang dibutuhkan untuk pasien Covid-19. Belum ada pernyataan pemerintah terkait dua jenis obat ini.
Dalam paparan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melaporkan adanya kebutuhan 1,7 juta butir Azythromycin dan 4,9 juta butir Oseltamivir.
Saya akan bahas tentang obat Azitromisin dan Oseltamivir yang tak lagi jadi standar perawatan pasien Covid-19. Termasuk dampak jangka panjang pemakaian antibiotik secara sembarangan dan kapan seharusnya pasien Covid-19 menggunakan Azitromisin. Semoga bermanfaat.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) July 18, 2021
.....
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Kulonprogo Bidik Seluruh Cabor Porda DIY 2027 Digelar di Bumi Binangun
- Festival Fotografi Internasional di ISI Jogja Cetak Kader Muda
- Pemkab Tanggung Biaya Korban Luka Gempa Pacitan, 36 Orang Dirawat
- Gol Mbeumo ke Gawang Spurs Bikin Heran, Gagal Total Saat Latihan MU
- Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal, Dunia Rock Kehilangan Ikon
- PSBS Biak vs PSM Makassar di Maguwoharjo, Laga Hidup Mati Papan Bawah
- Privasi Status WhatsApp Diperketat lewat Fitur Daftar Kustom
Advertisement
Advertisement




