Obat Azithromycin dan Oseltamivir Tak Direkomendasikan untuk Covid-19, Ini Kata Ahli

Azithromycin - istimewa
18 Juli 2021 15:57 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Setidaknya lima organisasi profesi kedokteran di Indonesia tidak lagi merekomendasikan obat Azithromycin dan Oseltamivir sebagai obat terapi bagi pasien Covid-19. Kenapa?

Lima organisasi tersebut yaitu Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Kemudian, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Organisasi itu mengusulkan agar dua jenis itu tidak lagi diberikan kepada pasien bergejala ringan.

Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan alasan obat tersebut tidak lagi menjadi standar perawatan bagi pasien Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan paparan organisasi kesehatan dunia (WHO), Oseltamivir merupakan obat antivirus yang digunakan untuk terapi infeksi influenza dalam tubuh.

“Bukan untuk Covid-19. Jadi jelas, prinsipnya, Oseltamivir itu bukan obat Covid-19. Sedangkan Azithromycin adalah obat antibiotik yang mengatasi bakteri. Kalau Covid-19 kan penyebabnya virus,” tulisnya melalui Twitter, Minggu (18/7/2021).

Oleh karena itu, dia menyebut tidak seharusnya pasien Covid-19 diberikan Azithromycin kecuali ada infeksi bakteri sekunder.

"Akan tetapi, pemakaiannya tetap ditentukan oleh dokter," ujarnya.

BACA JUGA: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk DIY, Ini Upaya Pemda Cegah Wabah Meluas

Lebih lanjut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menerangkan bahwa revisi itu dilakukan karena beberapa penelitian mengungkapkan bahwa dampak Azithromycin terhadap pasien Covid-19 tidak efektif.

Bahkan kata dia, penggunaan secara tidak perlu justru membuat pasien rentan terhadap efek samping obat tersebut. Salah satunya terjadi peningkatan risiko resistensi.

Dia menjelaskan, konsumsi Azithromycin secara bebas malah akan membuat bakteri resisten. Jenis obat ini diminta tidak digunakan lagi oleh pasien Covid-19 kecuali infeksi lainnya.

“Bagaimana jika sudah terlanjur memakai Azithromycin? Ya setop. Karena tidak dibenarkan. Meski saya tahu niatnya baik untuk menyembuhkan, tapi harus dipahami bahwa Azithromycin bukan obat Covid-19,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah masih memasukan Azithromycin dan Oseltamivir sebagai salah satu obat yang dibutuhkan untuk pasien Covid-19. Belum ada pernyataan pemerintah terkait dua jenis obat ini.

Dalam paparan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melaporkan adanya kebutuhan 1,7 juta butir Azythromycin dan 4,9 juta butir Oseltamivir.

Sumber : Bisnis.com