Gagal Kendalikan Kasus Covid-19 selama PPKM Darurat, Luhut Minta Maaf

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting
18 Juli 2021 05:27 WIB Hendri T. Asworo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada masyarakat karena gagal mengendalikan kasus Covid-19 selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Permintaan maaf itu disampaikan dalam konferensi pers evaluasi PPKM Darurat dalam rangka penanganan wabah Covid-19, Sabtu (17/7/2021). 

Dengan memakai kemeja lengan pendek warna biru muda, Luhut memimpin jalannya konferensi pers secara daring. Terlihat ada bendera Merah Putih di sebelah kiri dan kanannya.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Mobilitas Warga Bantul Baru Turun Segini

Luhut ditemani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Tidak seperti biasanya, purnawirawan jenderal bintang empat ini terlihat memegang secarik kertas. Saat menyampaikan pemaparan evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, yang berjalan lebih dari dua pekan ini, Luhut terlihat membaca. Pun ketika mengutarakan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia.

"Sebagai koordinator PPKM Jawa-Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika belum optimal. Saya berjanji bekerja keras supaya penyebaran varian Delta ini dapat diturunkan," ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Dalam pemaparannya, Luhut menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 sejak diberlakukan PPKM Darurat Jawa–Bali. Menurutnya, ada harapan bahwa penularan Covid-19 varian Delta dapat diturunkan. Hal itu terlihat ada berbagai kemajuan dalam hal penurunan mobilitas masyarakat yang terekam dari Google Traffic, Facebook Mobility, hingga intensitas cahaya di malam hari dari NASA ataupun NOAA.

Selain itu, Luhut menyampaikan sejumlah kebijakan pemerintah untuk penanganan ledakan kasus Covid-19 dengan menambah anggaran kesehatan dan subsidi bantuan sosial. 

BACA JUGA : Perpanjangan PPKM Darurat Ditentukan Senin Pekan Depan

Respons positif berdatangan di media sosial setelah konferensi pers digelar. Terutama mengenai ucapan maaf Luhut terhadap penanganan kasus Covid-19 yang masih menunjukkan tren kenaikan. 

Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Rizal Ramli menilai Luhut cukup suporif dengan menyampaikan permintaan maaf.  

Warganet lain memuji perubahan Luhut dalam menyampaikan komunikasi kepada publik. Hal itu disampaikan oleh akun bernama @AinunNajib. Menurutnya, dengan membaca teks ada persiapan dari tim agar tidak terjadi salah ngomong. Luhut dinilai sebagai pejabat publik pertama yang melakukan permintaan maaf terhadap penanganan Covid-19 yang kacau.   

Sementara itu, akun Twitter @Apinglia mengaku terharu mengengar ucapan maaf Luhut kepada seluruh rakyat Indonesia.  

Seperti diketahui, beberapa kali pernyataan Luhut menjadi sorotan publik sejak ditunjuk menjadi koodinator PPKM Darurat Jawa-Bali. Yang terbaru terkait dengan pernyataan bahwa penanganan Covid-19 saat ini cukup terkendali.

"Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, ini sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu, bisa datang ke saya, nanti saya tunjukkin ke mukanya bahwa kita terkendali," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (12/7/2021).

BACA JUGA : Muhadjir Effendy: PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Akhir

Namun, beberapa hari kemudian Luhut meminta semua pihak memahami bahwa penularan Covid-19 varian delta tidak bisa dikendalikan. “Saya mohon supaya kita paham varian delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Berdasarkan laporan resmi yang diolah Bisnis, pada pekan pertama PPKM Darurat (3–9 Juli 2021) kasus positif naik 45,4 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya, atau bertambah 226.974 kasus.

Kemudian, pada pekan kedua PPKM Darurat atau 10–16 Juli 2021, kasus Covid-19 di Tanah Air naik 43,1 persen dibandingkan dengan pekan pertama PPKM Darurat, menjadi 324.891 kasus. Adapun bila dibandingkan periode 19–25 Juni 2021, pertumbuhan per pekan selama dua pekan PPKM Darurat lebih rendah.

Pada periode itu kasus positif naik 58,3 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya, atau menjadi 109.601 orang. Namun pertumbuhan per pekan selama PPKM Darurat masih lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi satu pekan sebelum PPKM Darurat atau 26 Juni–2 Juli 2021, di mana kasus tumbuh 42,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.    

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia