Gelombang Panas Makin Parah, Italia Tetapkan Siaga Merah di 19 Kota
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.
Oseltamivir
Harianjogja.com, JAKARTA - Di saat pandemi, beberapa obat antivirus disebutkan mampu menjadi bagian terapi obat covid-19. Salah satunya adalah Oseltamivir. Obat inipun sudah ditetapkan harga eceran tertingginya di Indonesia agar harga jualnya tak melambung
Lantas apa sih kandungan dan khasiat dari obat ini?
Dikutip dari Alodokter, Oseltamivir adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi virus influenza tipe A (misalnya flu burung) atau B. Gejala-gejala seperti batuk, hidung tersumbat, radang tenggorokan, meriang, hingga lemas, bisa diatasi dalam waktu lebih cepat atau dipangkas sebanyak 1-2 hari dengan mengonsumsi obat ini.
BACA JUGA : Polda Ancam Tindak Tegas Penimbun Oksigen dan Obat Covid-19 di Jogja
Oseltamivir juga dikonsumsi untuk mencegah flu pada pasien yang baru terpapar oleh virus influenza, dari penderita atau lingkungan yang sedang terjangkit virus ini.
Oseltamivir tergolong ke dalam obat antivirus yang bekerja dengan cara menghentikan aktivitas virus untuk berkembang. Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa obat ini tidak efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19.
Seperti obat antivirus lainnya, oseltamivir tidak efektif dalam mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Merek dagang oseltamivir: Oseltamivir, Tamiflu.
Oseltamivir hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Jangan mengonsumsi oseltamivir jika Anda alergi dengan obat ini.
2. Oseltamivir bukan terapi untuk menggantikan vaksin flu. Pemberian vaksinasi influenza sangat diutamakan sebagai pencegahan terhadap flu.
3. Harap berhati-hati sebelum mengonsumsi oseltamivir jika Anda memiliki penyakit jantung, penyakit liver, gangguan fungsi ginjal, gangguan saluran pernapasan, penyakit paru-paru kronis, kondisi yang menyebabkan pembengkakan atau kelainan pada otak, gangguan sistem kekebalan tubuh, gangguan metabolisme gula (kelainan genetika), sindrom Steven-Johnson, atau baru mendapatkan vaksin flu hidung kurang dari dua minggu.
4. Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk obat herbal atau suplemen.
Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi obat ini, segera temui dokter.
BACA JUGA : Pasien Isoman Covid-19 di DIY Dijatah Obat Gratis, Begini Cara Mendapatkannya
Dosis oseltamivir dibedakan berdasarkan kondisi dan usia pasien. Berikut rinciannya:
Untuk mengurangi risiko sakit maag setelah konsumsi obat, oseltamivir bisa dikonsumsi saat makan. Obat ini akan bekerja dengan efektif jika diminum dalam dua hari setelah terpapar virus influenza.
Bagi pasien yang kesulitan menelan kapsul secara utuh, diperbolehkan membuka kapsul menjadi dua. Campurkan isi kapsul dengan makanan manis seperti kue, sirop coklat, atau sari gula jawa. Aduk campuran tersebut hingga merata sebelum dikonsumsi.
Usahakan mengonsumsi oseltamivir pada jam yang sama tiap harinya agar pengobatan maksimal. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi oseltamivir disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal pemakaian berikutnya tidak terlalu dekat. Bila sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
Hindari mengonsumsi oseltamivir bersama pemberian vaksin influenza. Pemakaian keduanya secara bersamaan berpotensi menghambat kerja vaksin influenza. Berikan jeda sekurang-kurangnya dua hari setelah mengakhiri konsumsi oseltamivir, sebelum vaksin flu diberikan.
Konsultasikan kepada dokter jika sedang mengosumsi oseltamivir bersama dengan obat-obatan berikut ini yang dapat menyebabkan interaksi obat tidak diinginkan:
1. Amoxicillin, karena bisa menurunkan efektivitas kedua obat
2. Probenecid, karena bisa meningkatkan kadar oseltamivir di dalam darah
Efek Samping dan Bahaya Oseltamivir
Di samping manfaat yang diberikan, tiap obat juga menimbulkan efek samping bagi orang yang mengonsumsi atau menggunakannya. Sejumlah efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi oseltamivir adalah:
1. Sakit kepala
2. Merasa tidak enak badan
3. Batuk dan hidung tersumbat (khususnya pada anak-anak)
4. Sakit perut
5. Diare
6. Mual dan muntah
7. Sulit tidur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.