Krisis Oksigen, Indonesia Minta Bantuan Negara Lain

Ilustrasi - Antara/Rahmad
14 Juli 2021 16:07 WIB Dany Saputra News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berupaya mencari pasokan oksigen darurat dari negara lain termasuk Singapura dan China, akibat kelangkaan setelah eskalasi Covid-19 di dalam negeri.

Padahal, baru dua bulan yang lalu Indonesia membantu India, yang sempat mengalami krisis yang sama, dengan memberikan ribuan tangki oksigen.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pengiriman lebih dari 1.000 tabung oksigen, konsentrator, ventilator, dan perangkat medis lainnya telah tiba dari Singapura dan diikuti oleh 1.000 ventilator dari Australia pada Jumat, (9/7/2021).

Di luar bantuan, Luhut juga menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk membeli 36.000 ton oksigen dan 10.000 konsentrator dari Singapura.

Sementara, dia turut berkomunikasi dengan negara lain seperti China, serta Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA) terkait dengan bantuan oksigen.

“Kami menyadari situasi sulit yang dihadapi Indonesia saat ini dengan lonjakan kasus Covid-19,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki seperti yang dilansir dari ABC Australia, Rabu (14/7/2021).

Selain oksigen, AS turut mengirim bantuan berupa vaksin serta upaya lainnya untuk meningkatkan respons terhadap penanganan Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah Australia pekan ini mengatakan akan mengirim 1.000 ventilator, 700 konsentrator oksigen, 170 tabung oksigen, dan 40.000 alat tes Covid-19 ke Indonesia.

Australia turut menjanjikan bahwa akan mengirim 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Indonesia di tahun ini.

Di samping itu, Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Dan Tehan membatalkan perjalanannya ke Indonesia yang sebelum telah dijadwalkan. Dan justru akan bertolak ke negara tetangga lainnya seperti Singapura dan Vietnam, sebelum akhrinya mengunjungi Korea Selatan, Jepang, dan AS.

Sumber : JIBI/Bisnis.com