Anggaran Subsidi Bunga KUR Ditambah Rp16,7 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
13 Juli 2021 17:37 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp16,7 triliun hingga akhir 2021.

Berdasarkan bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Raker bersama Banggar DPR RI, Senin (12/7/2021), pemerintah targetkan penambahan anggaran subsidi tersebut disalurkan untuk 7,6 juta debitur.

“Tambahan subsidi KUR dengan target 7,6 juta debitur senilai Rp16,7 triliun,” tulis Sri Mulyani dalam bahan paparannya.

Dengan tambahan tersebut, total anggaran subsidi KUR pada tahun ini mencapai Rp31,6 triliun.

Adapun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi subsidi bunga KUR hingga semester I/2021 telah mencapai Rp8 triliun kepada sebanyak 3,3 juta debitur.

Di samping subsidi bunga KUR, pemerintah juga melakukan penambahan anggaran untuk beberapa subsidi lainnya, seperti bansos tunai senilai Rp6 triliun kepada 10 juta KPM dan melanjutkan program Kartu Prakerja dengan anggaran Rp10 triliun untuk 2,8 juta peserta.

Sri Mulyani menyampaikan, risiko dari pandemi Covid-19 masih tinggi, khususnya dengan adanya varian delta. PPKM darurat yang diberlakukan untuk mengendalikan Covid-19 pun akan berimplikasi pada tingkat konsumsi masyarakat.

Akibatnya, pemulihan ekonomi akan tertahan. Dia pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 akan melambat pada kisaran 4 hingga 5,4 persen secara tahunan.

Sementara, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2021 diperkirakan mencapai kisaran 3,7 hingga 4,5 persen.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan belanja negara akan terus diakselerasi untuk mendukung pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pada semester I/2021, pemerintah telah merealisasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp203 triliun. Sri Mulyani optimistis anggaran perlindungan sosial akan terealisasi sebesar Rp491,5 triliun pada akhir 2021.

Sumber : JIBI/Bisnis.com