Advertisement
60.000 Personel TNI Dikerahkan untuk PPKM Darurat
Sebanyak 176 personel Tenaga Kesehatan (Nakes) TNI saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (28/6/2021). Mereka akan membantu fasilitas kesehatan Covid-19 di Wisma Atlet, Rusun Nagrak, dan Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta./Antara - HO/Puspen TNI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan lebih dari 60.000 personil untuk mengawasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Prantara Santosa menjelaskan gelar kekuatan TNI dalam pelaksanaan PPKM Darurat untuk Jawa dan Bali sebanyak 34.198 personil.
Advertisement
“Perinciannya 22.769 terdiri dari Babinsa, Babinkotmar, dan Babinkodirga yang sudah terlibat PPKM Jawa dan Bali dan penebalan pasukan sebanyak 11.429 personil. Sedangka, untuk gelar kekuatan TNI untuk PPKM Mikro dan Darurat di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 63.207 personil,” kata Prantara, Senin (12/7/2021).
Sementara itu, dalam penanganan paisen Covid-19 yang OTG atau bergejala ringan, TNI telah menyiapkan sejumlah 109 RS di jajaran TNI dan TNI ikut mengelola RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, RSKI Pulau Galang, dan RS Lapangan Kogabwilhan II di Indrapura Surabaya.
“TNI juga menambah ruang isolasi dan intensif di seluruh Jawa dan Bali 40 persen dari keseluruhan RS jajaran TNI. Penyiapan 770 tempat tidur di rumah sakit lapangan jajaran TNI di Jakarta,” imbuhnya.
Sementara, tenaga kesehatan TNI yang menangani Covid-19 di wilayah Indonesia sebanyak 26.609 persoil. Di samping itu TNI juga dilibatkan dalam pendistribusian 100.000 paket obat dan 11.000 ton beras di Jawa Bali.
Selain itu, untuk menekan mobilitas masyarakat, TNI melaksanakan pengendalian wilayah perbatasan dan transportasi lintas wilayah dengan memperhatikan kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait pemulihan ekonomi.
Adapun, dalam melaksanakan pengetatan aktivitas TNI membantu pengawasan posko PPKM di tingkat desa dan kelurahan dengan menambah personil 3 orang per desa di zona merah, memberikan imbauan, teguran, tindakan keras, dan sanksi yang terukur pada pelanggar prokes dan patrol pengawasan dan membubarkan kerumunan masyarakat tanpa kompromi di ruang publik.
Kemudian, dalam rangka menekan laju penyebaran Covid-19, Puskes TNI jugamelakukan penguatan 3T. TNI sendiri menyiapkan 30.000 tenaga tracer, yang sudah dilatih dan disiapkan untuk membantu tracing PPKM Mikro di wilayah desanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Festival Hadroh dan Aksi Sosial Semarakkan Ramadan di Harian Jogja
- Cek Waktu Buka Puasa Jogja Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026
- Sambut 143 Juta Pemudik, Kemkomdigi Luncurkan Layanan MudikPedia 2026
- Takbir Keliling di Bantul Tahun Ini Dibatasi Maksimal Jam 11 Malam
- Merespons Latihan AS-Korsel, Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik
- Syarat Ketat Aplikator Bikin 6 Juta Driver Tak Dapat BHR Ojol 2026
- Kendaraan di Tol Regional Nusantara Meningkat Jelang Mudik 2026
Advertisement
Advertisement







