Kapan Covid-19 Sangat Menular? Ini Kata Pakar

Ilustrasi. Untuk bisa berkumpul kembali dengan orang lain, bagi penyintas Covid-19 harus lewat 10 hari dari gejala pertama. - Antara
02 Juli 2021 21:17 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Coronavirus Disease-19 atau Covid-19 memiliki waktu tertentu untuk penularan. Selalu menerapkan protokol kesehatan adalah cara paling mudah untuk pencegahan penularan.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan waktu rata-rata virus menular adalah 8 hari setelah timbulnya gejala.

Pernyataan ini merujuk pada penelitian yang dilakukan Jeroen van Kampen, konsultan mikrobiologi dan ahli virologi dari Erasmus Medical Center. Hasil riset itu melaporkan bahwa penelitiannya tidak menemukan virus SARS-CoV-2 yang dibiakkan dari sampel saluran nafas setelah hari ke-8 sejak timbulnya gejala.

Dalam penelitian, kemungkinan setelah hari ke-8 seseorang yang terinfeksi masih  bisa menularkan Covid-19. Akan tetapi kurang dari 5 persen bagi seseorang untuk mengeluarkan atau memproduksi virus, setelah hari ke-15.

Dari seratus pasien yang diteliti, didapati juga bahwa virus shedding (virus yang masih bisa keluar dari seseorang yang sakit) tetap terjadi hingga hari ke-18 dan hari ke-20.

“Masing-masing terjadi pada satu pasien,” jelas Prof Zubairi melalui laman Instagramnya, Jumat (2/7/2021).

Seseorang yang terinfeksi bisa sangat menular pada minggu pertama sakit begitu muncul gejala. Ini disampaikan dalam jurnal medis The Lancet. “Sehingga, saat kita curiga terinfeksi dan gejala muncul, maka segera lakukan isolasi diri,” katanya.
 
Untuk bisa berkumpul kembali dengan orang lain, bagi penyintas Covid-19 harus lewat 10 hari dari gejala pertama. Kemudian, tidak mengalami panas lebih dari 24 jam. Artinya, panas ini tetap tidak ada walaupun tanpa obat penurun panas.
 
Lantas bagaimana dengan orang tanpa gejala (OTG), kapan mereka menularkan ke orang lain dan berapa lama tetap bisa menular?

“Ini pertanyaan sulit. Sebab yang tanpa gejala biasanya tidak periksa dan tidak diteliti. Tapi menurut studi, OTG terbukti bisa menularkan virus,” ungkapnya.

Maka dari itu, sangat dianjurkan bagi orang yang terpapar maupun yang sehat, untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Sumber : Bisnis.com