Menko Airlangga Berharap Tol Joglosemar Kurangi Ketimpangan Infrastruktur Utara Selatan

Truk melintasi jalan Tol Salatiga-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/5/2021). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
20 Juni 2021 12:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan berkembangan kawasan serta mengatasi ketimpangan infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) saat meninjau perkembangan tol tersebut.

“Kami melihat ada ketimpangan antara infrastruktur di utara dan selatan, sehingga dengan infrastruktur ini dapat menghubungkan pelabuhan-pelabuhan yang ada di utara Jawa dengan industri padat karya yang ada di selatan," ujar Menko Airlangga saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek di pintu tol Kartosuro, Jawa Tengah, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Panglima TNI Minta Petugas PPKM Mikro Bekerja Lebih Maksimal

Dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan PSN Jalan Tol Jogja– Solo – Kulonprogo dan Jalan Tol Jogja– Bawen, KPPIP melakukan debottlenecking permasalahan-permasalahan strategis, salah satunya dengan melakukan prioritisasi pengadaan tanah serta berkoordinasi dengan stakeholder.

Jalan Tol Solo – Jogja– Kulonprogo terdiri dari 3 seksi, yakni Kartosuro – Purwomartani (Seksi I), Purwomartani – Gamping (Seksi II), dan Gamping – YIA Kulonprogo (Seksi III). Proyek yang diprakarsai oleh PT Jogjasolo Marga Makmur tersebut telah memulai pekerjaan konstruksi di awal bulan April 2021. Seksi I dan III ditargetkan dapat selesai pada tahun 2023, sedangkan seksi II direncanakan selesai pada 2024.

Jalan Tol Yogyakarta – Bawen terbagi atas 5 seksi yaitu Sleman –Banyurejo (Seksi I), Banyurejo – Borobudur (Seksi II), Borobudur – Magelang (Seksi III), Magelang – Temanggung (Seksi IV), Temanggung – Ambarawa (Seksi V), dan Ambarawa – Bawen (Seksi VI). PT Jasamarga Jogja Bawen yang mengelola proyek tersebut sedang melaksanakan pengadaan tanah serta proses izin Penetapan Lokasi untuk wilayah Jawa Tengah dan ditargetkan akan memasuki proses konstruksi pada Oktober 2021.

Baca juga: Tracing Covid-19 Diusulkan Libatkan Operator Seluler, Begini Caranya..

Sebelumnya, KPPIP telah mendukung pembangunan Jalan Tol Jogja– Bawen dengan melakukan inisiasi Outline Business Case serta penyusunan dokumen AMDAL pada tahun 2017, dan proyek ini telah terdaftar sebagai salah satu dari 37 Proyek Prioritas berdasarkan hasil prioritisasi KPPIP.

Pembangunan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Jalan Tol Solo – Jogja– Kulonprogo dan Jalan Tol Jogja– Bawen bertujuan untuk menunjang konektivitas di tiga kota besar, yakni Yogjakarta-Solo-Semarang atau yang dijuluki sebagai kawasan ‘Segitiga Emas Joglosemar’.

Kedua jalan tol tersebut berperan sebagai infrastruktur penghubung utama yang akan secara langsung meningkatkan aksesibilitas, memperkecil waktu tempuh, dan mendukung pertumbuhan perekonomian di wilayah-wilayah yang terkoneksi.

Dua PSN tersebut akan terhubung dengan Jalan Tol Trans Jawa yaitu Jalan Tol Semarang – Solo. Dengan demikian akses menuju tiga Bandar Udara besar yaitu New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, Ahmad Yani di Semarang, dan Adi Soemarmo di Solo akan menjadi lebih terjangkau. Tentunya konektivitas tersebut akan berdampak pada peningkatan akses ke objek wisata strategis seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan destinasi wisata lainnya di sekitar Jawa Tengah dan Jogja.

Sumber : Antara