Meski Kasus Covid-19 Meroket, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Uji Coba PTM

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat disambangi awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/2/2021). - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
17 Juni 2021 08:17 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM akan dilanjutkan di tengah lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 selama dua pekan terakhir.

"Rencana tatap muka [PTM] masih dalam uji coba, kita masih tunggu upaya tatap muka, sementara kami terus melakukan uji coba dan kita akan evaluasi terus," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kendati demikian, Ariza menegaskan pihaknya tetap memerhatikan tren perkembangan kasus konfirmasi di Ibu Kota sembari melanjutkan uji coba tatap muka tersebut. Menurutnya, isu kesehatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama di dalam kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka itu.

"Kita akan lihat sampai bulan Juli, masih ada waktu," kata politisi Gerindra tersebut. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menuturkan kurva pandemi Covid-19 di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan lantaran adanya peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 pasca libur lebaran tahun ini.

Berdasarkan data Dinkes DKI, pada tanggal 31 Mei 2021 atau tepatnya saat perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya, kasus aktif di DKI Jakarta sudah menyentuh di angka 10.658 dengan positivity rate 7,6 persen dari hasil tes PCR.

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus,” kata Widyastuti melalui keterangan resmi, Selasa (15/6/2021).

Malahan, beberapa waktu belakangan ini pertambahan kasus harian mencapai 2000, 2.300 hingga 2.700 dengan kenaikan positivity rate menyentuh di angka 17,9 persen.

Di sisi lain, Widyastuti menuturkan, pihaknya turut menyoroti ihwal keberadaan varian baru mutasi virus Sars-Cov-2, yakni varian yang berasal dari luar negeri, di mana transmisi virus ini sudah ada di Jakarta. Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta.

“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar dan varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis.com