Covid-19 Meledak, Reisa Ungkap Lonjakan Pasien di Wisma Atlet Sangat Drastis

Dokter Reisa Broto Asmoro di Kantor Presiden, Jumat (24/7/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
16 Juni 2021 20:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 berdampak kepada peningkatan keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“RSDC Wisma Atlet sudah mencatatkan lonjakan pasien yang sangat drastis. Beberapa hari lalu, sudah lebih dari 80 persen tempat tidur yang tersedia dihuni oleh pasien positif yang dikarantina,” kata Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/6/2021).

Guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, pemerintah telah menambah kapasitas tempat tidur RSDC Wisma Atlet sebanyak 2.000 tempat tidur.

Walaupun sudah ditambah, kata Reisa, okupansi tempat tidur atau BOR RSDC Wisma Atlet telah mencapai 75 persen akibat sebanyak 488 pasien positif yang baru masuk pada pagi tadi.

Reisa mengatakan pemerintah sudah memperkirakan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan, ketika larangan mudik pada Lebaran 2021 lalu tidak diperhatikan oleh masyarakat.

“Sekarang nasi sudah menjadi bubur, peringatan sudah menjadi kenyataan di depan mata kita,” ujarnya.

Walhasil, agar tidak terus memberatkan fasilitas kesehatan, Reisa mengimbau masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di rumah, terutama saat periode liburan sekolah yang akan tiba sebentar lagi.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) oleh masyarakat dan dibarengi upaya 3T (test, tracing, dan treatment) diharapkan bisa menahan laju penularan virus.

Namun, jika para orang tua bersikeras untuk berlibur maka Reisa meminta untuk direncanakan dengan matang dengan memperhatikan daerah tujuan wisata.

Pasalnya, beberapa kabupaten/kota kini masuk zona merah atau memiliki tingkat penularan yang tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sumber : Bisnis.com