Sekarang, Wanita Bisa Mendaftar Haji Tanpa Wali Laki-laki

Polisi wanita atau polwan diterjunkan mengawal prosesi ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. - arabnews
15 Juni 2021 13:47 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Haji Arab Saudi mengumumkan bahwa saat ini wanita dapat mendaftar untuk haji tahunan Muslim tanpa wali laki-laki.

“Mereka yang ingin melakukan haji harus mendaftar secara individual. Perempuan bisa mendaftar tanpa mahram (wali laki-laki) bersama perempuan lain,” jelas Kementerian dilansir dari Alarabiya.net.

Pengumuman itu disampaikan dalam akun twitter Ministry of Hajj and Umrah Arab Saudi.

Pengumuman itu menyatakan jika wanita sekarang akan diizinkan untuk mendaftar haji tahun ini tanpa "mahram," atau wali laki-laki.

Mahram mengacu pada seorang wanita Muslim yang tidak boleh menikah, yaitu saudara laki-laki atau ayah, yang juga bisa menjadi walinya. “bersama dengan perempuan lain” tahun ini, menurut kementerian, yang tampaknya mengindikasikan calon peserta perempuan harus mendaftar dalam kelompok jika tidak dengan laki-laki.

Kerajaan Arab Saudi akan membatasi haji tahun ini untuk 60.000 penduduk dan warga negara yang tinggal di Arab Saudi karena pandemi virus corona yang sedang berlangsung, Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Dekan FKUI Ari Fahriah Syam mengatakan penyebaran virus corona varian delta cenderung lebih cepat dan mudah. Menurutnya, kemampuan menginfeksi lebih mudah dan cepat, jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang tersebut dan orang tersebut bersin atau berbicara maka virus akan lebih cepat berpindah ke orang lain. Selain itu, katanya, gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya. Dimana gejala yang dirasakan pasien yakni meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati dan mual, pasien perlu rawat di RS. Selain itu, pasien juga memerlukan suplementasi oksigen dan menimbulkan berbagai komplikasi. "Karena itu, semua orang harus tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Virus Covid Delta Lebih Cepat Menular, di Indonesia Naik 51,4 Persen dalam 4 Pekan", Klik selengkapnya di sini: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210614/106/1405119/virus-covid-delta-lebih-cepat-menular-di-indonesia-naik-514-persen-dalam-4-pekan.
Author: Mia Chitra Dinisari
Editor : Mia Chitra Dinisari

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

“Mengingat apa yang disaksikan seluruh dunia dari perkembangan pandemi virus corona yang terus berlanjut dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji akan dibatasi hanya untuk penduduk dan warga dari dalam Kerajaan saja,” kata kementerian itu.

Mereka yang berusia antara 18-65 dan telah divaksinasi lengkap, telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang divaksinasi dan telah pulih dari infeksi COVID-19 diizinkan untuk mendaftar.

Portal pendaftaran akan diluncurkan pada 13 Juni pukul 1 siang.

 

Dekan FKUI Ari Fahriah Syam mengatakan penyebaran virus corona varian delta cenderung lebih cepat dan mudah. Menurutnya, kemampuan menginfeksi lebih mudah dan cepat, jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang tersebut dan orang tersebut bersin atau berbicara maka virus akan lebih cepat berpindah ke orang lain. Selain itu, katanya, gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya. Dimana gejala yang dirasakan pasien yakni meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati dan mual, pasien perlu rawat di RS. Selain itu, pasien juga memerlukan suplementasi oksigen dan menimbulkan berbagai komplikasi. "Karena itu, semua orang harus tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya. Menurut data Gisaid, lanjutnya, dalam empat minggu terakhir, terjadi peningkatan sebesar 51,4 dari varian Delta dari India di Indonesia. Dikutip dari Gisaid, 4 pekan lalu, di Indonesia kasus covid-19 dengan varian delta baru tercatat 18 kasus. Sementara saat ini sudah mencapai 50 kasus. Data Gisaid itu menunjukkan kasus covid-19 delta paling banyak ditemukan di Inggris sebanyak 27.316, atau naik 76 persen dari empat pekan lalu yang semula hanya 20.600 kasus. Kemudian, di India yang merupakan negara asalnya tercatat ada 7.520 kasus.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Virus Covid Delta Lebih Cepat Menular, di Indonesia Naik 51,4 Persen dalam 4 Pekan", Klik selengkapnya di sini: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210614/106/1405119/virus-covid-delta-lebih-cepat-menular-di-indonesia-naik-514-persen-dalam-4-pekan.
Author: Mia Chitra Dinisari
Editor : Mia Chitra Dinisari

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Dr Ashish Jha, dekan Brown University School of Public Health, menyebut varian delta adalah varian paling menular yang pernah kita lihat sejauh ini. Vincent Racaniello, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Universitas Columbia, berpendapat bahwa kita harus menafsirkan daya menular varian delta dengan hati-hati. Peningkatan pesat varian ini juga berkaitan dengan perilaku manusia dan pembatasan yang dilonggarkan. "Hasil awal mengatakan terlihat peningkatan penularan, tetapi kami masih perlu mengumpulkan lebih banyak informasi," kata Nevan Krogan, ahli biologi molekuler di University of California, San Francisco. Krogan menjelaskan bahwa sebagian besar data tentang varian delta yang mereka miliki ada di India.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Virus Covid-19 Varian Delta Ada di Indonesia, Ini Hal yang Penting Diketahui", Klik selengkapnya di sini: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210614/106/1405074/virus-covid-19-varian-delta-ada-di-indonesia-ini-hal-yang-penting-diketahui.
Author: Sartika Alifah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Dr Ashish Jha, dekan Brown University School of Public Health, menyebut varian delta adalah varian paling menular yang pernah kita lihat sejauh ini. Vincent Racaniello, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Universitas Columbia, berpendapat bahwa kita harus menafsirkan daya menular varian delta dengan hati-hati. Peningkatan pesat varian ini juga berkaitan dengan perilaku manusia dan pembatasan yang dilonggarkan. "Hasil awal mengatakan terlihat peningkatan penularan, tetapi kami masih perlu mengumpulkan lebih banyak informasi," kata Nevan Krogan, ahli biologi molekuler di University of California, San Francisco. Krogan menjelaskan bahwa sebagian besar data tentang varian delta yang mereka miliki ada di India.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Virus Covid-19 Varian Delta Ada di Indonesia, Ini Hal yang Penting Diketahui", Klik selengkapnya di sini: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210614/106/1405074/virus-covid-19-varian-delta-ada-di-indonesia-ini-hal-yang-penting-diketahui.
Author: Sartika Alifah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Sumber : bisnis.com