Ditetapkan PSN oleh Jokowi, JTB Diharapkan Memenuhi Gas Industri hingga Rumah Tangga

Penandatanganan dokumen penyaluran gas oleh Perusahaan Gas Negara. - Antara.
11 Juni 2021 01:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG--PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) terkait dengan kegiatan pre-production Sumur Jambaran Tiung Biru (Commissioning JTB), dalam hal Rekind sebagai main contractor EPC Gas Processing Fasility (GPF) dalam proyek JTB. 

"Commisioning dan sinergi dengan Rekind merupakan komitmen bersama untuk menjaga produksi migas nasional dapat memenuhi target. PGN nantinya juga akan mengelola gas dari JTB sekitar 192 BBTUD. Gas bumi diperlukan untuk proses commisioning sebesar 4-8 BBTUD selama 6-8 bulan," jelas Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto.

BACA JUGA : 9 Proyek Strategis di Sleman Tahun Depan Mulai Disiapkan

Haryo berharap besarnya volume gas bumi dari JTB tersebut dapat meningkatkan ketahanan produksi energi untuk keperluan Jawa Tengah maupun nasional. Gas bumi dari JTB dapat diutilisasi untuk pemenuhan permintaan gas di sektor industri, rumah tangga, transportasi, dan pembangkit listrik.

JTB merupakan salah satu dari empat proyek strategis nasional (PSN) dari sektor Migas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres 109 tahun 2020 dan aktifnya proyek JTB akan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi migas nasional.

"Jambaran Tiung Biru bernilai penting bagi perekonomian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan perekonomian nasional. Aktifnya produksi di lapangan tersebut dapat membantu pemenuhan gas di sektor kelistrikan, kemudian bisa dioptimalkan untuk komersial industri, transportasi, UMKM ataupun rumah tangga,” katanya.

Haryo menambahkan gas dari JTB dapat dialirkan melalui pipa transmisi Gresik Semarang yang telah selesai dibangun dengan cadangan gas sebesar 2,5 Tcf, sehingga JTB diharapkan dapat menciptakan multiplier effect dan membantu mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BACA JUGA : Luhut Minta Proyek Infrastruktur di DIY Dipercepat & Tanjung

Sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, JTB dapat menunjang upaya energi bersih gas bumi di masa transisi dari fuel menuju energi terbarukan ramah lingkungan dan efisien. Jadi selain untuk kemandirian nasional, JTB akan berperan penting dalam upaya bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23 persen pada tahun 2025.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan performa lifting migas nasional dan pemanfaatan energi bersih gas bumi di Indonesia. Komitmen ini juga bagian dari upaya memajukan perekonomian nasional," ucapnya.

Sumber : Antra