512 Santri Keracunan MBG, DPR Minta Pengawasan Diperkuat
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Penandatanganan dokumen penyaluran gas oleh Perusahaan Gas Negara. /Antara.
Harianjogja.com, SEMARANG--PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) terkait dengan kegiatan pre-production Sumur Jambaran Tiung Biru (Commissioning JTB), dalam hal Rekind sebagai main contractor EPC Gas Processing Fasility (GPF) dalam proyek JTB.
"Commisioning dan sinergi dengan Rekind merupakan komitmen bersama untuk menjaga produksi migas nasional dapat memenuhi target. PGN nantinya juga akan mengelola gas dari JTB sekitar 192 BBTUD. Gas bumi diperlukan untuk proses commisioning sebesar 4-8 BBTUD selama 6-8 bulan," jelas Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto.
BACA JUGA : 9 Proyek Strategis di Sleman Tahun Depan Mulai Disiapkan
Haryo berharap besarnya volume gas bumi dari JTB tersebut dapat meningkatkan ketahanan produksi energi untuk keperluan Jawa Tengah maupun nasional. Gas bumi dari JTB dapat diutilisasi untuk pemenuhan permintaan gas di sektor industri, rumah tangga, transportasi, dan pembangkit listrik.
JTB merupakan salah satu dari empat proyek strategis nasional (PSN) dari sektor Migas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres 109 tahun 2020 dan aktifnya proyek JTB akan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi migas nasional.
"Jambaran Tiung Biru bernilai penting bagi perekonomian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan perekonomian nasional. Aktifnya produksi di lapangan tersebut dapat membantu pemenuhan gas di sektor kelistrikan, kemudian bisa dioptimalkan untuk komersial industri, transportasi, UMKM ataupun rumah tangga,” katanya.
Haryo menambahkan gas dari JTB dapat dialirkan melalui pipa transmisi Gresik Semarang yang telah selesai dibangun dengan cadangan gas sebesar 2,5 Tcf, sehingga JTB diharapkan dapat menciptakan multiplier effect dan membantu mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
BACA JUGA : Luhut Minta Proyek Infrastruktur di DIY Dipercepat & Tanjung
Sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, JTB dapat menunjang upaya energi bersih gas bumi di masa transisi dari fuel menuju energi terbarukan ramah lingkungan dan efisien. Jadi selain untuk kemandirian nasional, JTB akan berperan penting dalam upaya bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23 persen pada tahun 2025.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan performa lifting migas nasional dan pemanfaatan energi bersih gas bumi di Indonesia. Komitmen ini juga bagian dari upaya memajukan perekonomian nasional," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antra
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Raperda Parkir Kota Magelang memperluas aturan hingga parkir khusus, perlindungan konsumen, disabilitas, dan pembayaran menggunakan QRIS.
PAD Sleman dari Rusunawa terkendala tunggakan lebih dari Rp300 juta. Pemkab kini memakai sistem cashless dan aplikasi SIMRUWA.
Bank Jateng turut memeriahkan Dieng Culture Festival XVI 2026 sekaligus mendukung pelestarian budaya dan ekonomi kreatif Banjarnegara.
Pertalite di SPBU Jogokariyan tidak dibatasi 5 liter per pengguna. SPBU mendapat kuota penjualan Pertalite 10 ton per hari.
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.