Advertisement
Jakarta Identifikasi 19 Kasus Mutasi Virus Corona
Mutasi virus corona B117 - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengidentifikasi 19 kasus mutasi virus Corona baru yang ditemukan di DKI Jakarta hingga Kamis (10/6/2021). Temuan itu berasal dari 649 sampel yang sudah diperiksa.
"Terdapat 19 kasus variant of concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan 1 kasus transmisi lokal," kata Dwi melalui keterangan resmi, Kamis (10/6/2021).
Advertisement
Adapun, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terjadi lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.096 pasien pada Kamis (10/6/2021). Lonjakan kasus itu disebabkan karena danya 2.008 kasus konfirmasi positif dari klaster mudik yang diidentifikasi hingga hari ini.
Dwi menuturkan 51 persen atau 1.070 kasus di antaranya adalah hasil penelusuran kontak erat dari puskesmas yang mayoritas dilakukan di lingkungan rukun tetangga. Di sisi lain, 1.026 kasus kasus diidentifikasi di fasilitas kesehatan.
“Dari identifikasi klaster mudik per 10 Juni, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga. Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan,” kata dia.
Adapun distribusi 2.096 kasus positif tersebut, yaitu Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 422 kasus, Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, dan Jakarta Utara 205 kasus.
Lebih lanjut, Dwi memaparkan, dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 760 kasus adalah orang tanpa gejala (36 persen).
Sementara itu, sebanyak 1.336 kasus adalah pasien bergejala (64 persen), dengan 232 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.
"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu Utara. 5 Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," kata dia.
Sesuai PPKM Mikro periode 7 hingga 13 Juni 2021, ada 3 RT zona merah dan 23 RT zona orange yang dilakukan tracing masif. Distribusi RT PPKM tersebut yang terjadi klaster penularan di komunitas, antara lain di wilayah Cipayung, Cengkareng, Cilincing, Ciracas, Pasar Minggu, Kemayoran, dan Pulogadung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penarikan Retribusi Ganda Jadi Catatan di Libur Lebaran di Gunungkidul
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
Advertisement
Advertisement







