Asyik Ngevlog, Pemuda Ini Terpeleset di Tebing 80 Meter di Klaten & Meninggal

Ilustrasi kematian - Pixabay
08 Juni 2021 17:27 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATENYusuf Adi Pamungkas, 22, warga Pungkruk, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, meninggal dunia setelah terpeleset dan terjatuh di tebing arah Kaliworo setinggi 80 meter saat asyik ngevlog di Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Selasa (8/6/2021) pukul 07.00 WIB. Sebelum terjatuh dengan luka parah di bagian kepala, Yusuf Adi Pamungkas telah diingatkan salah seorang temannya agar tak mendekati tebing di Watu Talang di kompleks Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang.

Kapolsek Kemalang, AKP Suharto, mengatakan kronologi terpelesetnya Yusuf Adi Pamungkas ke arah Kaliworo bermula saat yang bersangkutan asyik nge-vlog di kawasan Kalitalang. Yusuf Adi Pamungkas berangkat bersama-sama dengan tujuh teman lainnya dari Panggang, Gunungkidul, Selasa (8/6/2021) pukul 04.30 WIB.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di Bantul Kabur dari Selter Isolasi

Rombongan Yusuf Adi Pamungkas diperkirakan tiba di Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Selasa (8/6/2021) pukul 06.00 WIB. Di lokasi tersebut, Yusuf Adi Pamungkas cs sempat berpencar mencari spot selfie. Di antara mereka juga ada yang beristirahat sejenak di gazebo di kompleks Objek Wisata Kalitalang.

Di kesempatan itu, Yusuf Adi Pamungkas terlihat mendekati Watu Talang. Guntur Arofa Putra, 26, warga Semanu, Gunungkidul, sempat memperingatkan Yusuf Adi Pamungkas agar tak dekat-dekat di pinggir tebing Watu Talang. Meski sudah diperingatkan, ternyata Yusuf Adi Pamungkas tetap ngevlog dengan berjalan mundur mengarah ke tebing Watu Talang.

Di saat berjalan mundur itu, ternyata Yusuf Adi Pamungkas terpeleset sebelum akhirnya terjatuh mengarah ke arah Kaliworo. Ketinggian tebing itu mencapai 80 meter. Dalam sekejap, Yusuf Adi Pamungkas meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala.

“Saat terpeleset itu, saksi Guntur sempat ingin menolong. Bahkan Yusuf Adi Pamungkas sempat memegang celana pendek yang dikenakan Guntur namun terlepas. Guntur pun berusaha meraih tangan korban namun tak terjangkau. Saat itu, Guntur langsung berteriak minta tolong ke temannya yang lain,” kata Kapolsek Kemalang, AKP Suharto, kepada JIBI, Selasa (8/6/2021).

AKP Suharto mengatakan aparat polisi yang memperoleh informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian perkara. Polisi pun sudah memintai keterangan sejumlah saksi sekaligus turut mengevakuasi dan mengantar jenazah ke rumah duka di Borangan, Kecamatan Manisrenggo.

“Dari keluarga korban sudah menerima musibah ini. Kejadian ini murni kecelakaan. Korban mengalami luka di kepala, tulang tangan kiri patah, tulang rusuk patah, dan kaki kiri patah. Keluarga korban pun tak akan melakukan pengusutan secara hukum yang berlaku,” katanya.

Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan Objek Wisata Kalitalang sebenarnya dalam kondisi tertutup untuk masyarakat umum. Penutupan objek wisata itu berlangsung sejak munculnya pandemi Covid-19 dan kondisi Gunung Merapi yang berstatus siaga dalam beberapa waktu terakhir.

“Rombongan Yusuf Adi Pamungkas itu datang ke sini dengan mengendarai sepeda motor. Mereka tiba di sini sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian itu terjadi kurang lebih terjadi pukul 07.00 WIB. Meski Objek Wisata Kalitalang ditutup untuk umum, kenyataannya memang masih ada pengunjung yang datang ke sini. Padahal, pengunjung itu pada tahu kalua Objek Wisata Kalitalang masih ditutup. Lokasi Yusuf Adi Pamungkas terjatuh itu memang di Watu Talang, Itu dikenal lunyu. Warga sini pun jarang menjamah lokasi itu. Infonya, korban itu ingin ngevlog di tengah suasana sunrise,” katanya.

BACA JUGA: Selain Paduan Suara Gereja, Ada 4 Klaster Covid-19 Lain di Jetis Bantul, Ratusan Orang Tertular

Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Sri Kiswanto, mengatakan Yusuf Adi Pamungkas dikenal aktif di kegiatan sosial-masyarakat di desanya. Sehari-harinya saat masih hidup, Yusuf Adi Pamungkas dikenal bekerja sebagai pemasok es batu di Gunungkidul, Jogja.

“Saya sendiri juga kaget mendengar kejadian itu. Sesuai rencana, jenazah dimakamkan hari ini pukul 15.00 WIB. Tadi, yang sempat ke lokasi kejadian adalah tetangganya, yakni Pak Eko Riyadi,” katanya.  

Sumber : JIBI/Solopos