Banjir Nepal: 261 Wisatawan Asing Selamat, 320 Hilang Kontak
Banjir bandang Nepal menyelamatkan 261 wisatawan asing, sementara 320 lainnya masih belum dapat dihubungi.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, MAGELANG--Jenazah janin atau bayi dilaporkan hilang dalam perjalanan dari Kabupaten Sleman, menuju Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Senin (31/5/2021). Hingga Kamis (3/6/201) belum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan menjelaskan, laporan peristiwa hilangnya mayat bayi tersebut berawal dari laporan Choirudin, 29, Selasa (1/6/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, mendatangi Polsek Secang untuk melaporkan telah kehilangan jasad janin atau bayi dalam perjalanan dari Sleman menuju Secang.
Ia menuturkan berdasarkan keterangan yang disampaikan Choirudin, pada Senin (31/5), sekitar pukul 14.00 WIB istrinya datang ke rumah bidan di Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman untuk melahirkan.
Dalam persalinan tersebut, istri Choirudin melahirkan bayi perempuan dalam keadaan hidup dan normal. Kemudian bidan mengeluarkan plasenta dan ari-arinya dan memasukkannya ke dalam kendil yang diberikan kepada Choirudin untuk dibawa pulang ke tempat indekos di Sleman.
Selanjutnya, Selasa pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, ayah bayi membersihkan plasenta dan setelah menaruhnya di ember terlihat ada janin. Kemudian janin itu dibersihkan dan dibalut dengan handuk. Janin itu sudah meninggal dunia.
Setelah itu, Choirudin memberitahukan kepada bidan. Bidan kemudian datang. Janin dibungkus dengan handuk, kain putih serta dibungkus plastik karena khawatir kehujanan. Alfan menyampaikan kemudian ayah janin itu menghubungi adiknya Tri Mulya, dn mengajaknya membawa pulang ke rumah di Secang untuk memakamkan janin.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Choirudin dan adiknya berboncengan sepeda motor membawanya ke Secang. Adapun Choirudin mengendarai sepeda motor, sedangkan adiknya yang menggendong jasad janin tersebut.
Dalam perjalanan mereka sempat mengisi bensin di SPBU Murangan Sleman, dan adiknya masih merasa memegang janin. Di daerah Sleman juga, rantai sepeda motor mengalami masalah dan berhenti di bengkel untuk membetulkan rantai, sekitar 10 menit melanjutkan perjalanan dan saat itu adiknya sudah tidak memperhatikan apakah masih menggendong janin atau tidak.
"Sesampainya di rumah di daerah Secang, baru sadar bahwa janin sudah tidak ada," katanya lagi.
Setelah kejadian tersebut, keluarga mereka dan relawan serta Polsek Secang melakukan pencarian dengan menyisir jalur, namun belum dapat menemukannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir bandang Nepal menyelamatkan 261 wisatawan asing, sementara 320 lainnya masih belum dapat dihubungi.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.
BTN memperkuat penyaluran FLPP di Jambi dengan mendorong rumah subsidi berkualitas dan tingkat keterhunian yang mencapai 95,07%.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.