20.000 Rumah Rusak Akibat Letusan Gunung di Kongo

Foto udara menunjukkan lahar yang mengalir saat meletusnya Gunung Nyiragongo dekat Goma, Republik Demokratik Kongo, Minggu (23/5/2021). Gambar diambil menggunakan drone pada 23 Mei 2021./Antara - Reuters/Djaffar Al Katanty
27 Mei 2021 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KONGO - Letusan Gunung Nyiragongo di Kongo-Timur menyebabkan gempa bumi hingga ratusan kali. Letusan Gunung Nyiragongo juga menyebabkan lebih dari 20.000 orang kehilangan rumah tinggal. Sementara itu 40 orang lainnya hilang.

PBB, Rabu (26/5/2021) menyebutkan letusan gunung berapi di Kongo timur itu menewaskan puluhan orang dan terus menyebabkan gempa bumi kuat di kota terdekat, Goma.

Letusan pada Sabtu (22/5/2021) menimbulkan sungai lava yang mengalir menuruni lereng bukit dari Gunung Nyiragongo. Bencana itu menghancurkan ratusan rumah dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Awan abu yang disebabkan letusan telah menutup bandara di Goma dan Bukavu, dan kemungkinan menyebabkan penyakit pernapasan, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB dalam sebuah pernyataan.

Orang-orang yang meninggalkan rumah mereka telah kehilangan harta benda berharga termasuk sepeda motor yang hancur oleh aliran lahar, atau dijarah, kata OCHA.

Lebih dari 200 gempa bumi berkekuatan kecil dan menengah telah menyebabkan retakan di gedung dan jalan di Goma, yang berjarak 15 kilometer dari Nyiragongo.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi retakan tersebut telah menyebabkan kepanikan di antara warga yang tidak yakin apakah bahaya telah berlalu.

"Kemarin kecil sekali, di sini persis di seberang rumah saya, tetapi hari ini sudah melebar. "Menyeramkan. Kami khawatir gedung bisa runtuh dan anak-anak kami bisa jatuh," kata Susanne Bigakura, 65, merujuk pada retakan akibat letusan gunung.

Sungai lava sepanjang 1,7 kilometer yang menutup jalan utama utara dari Goma masih terlalu panas untuk disingkirkan, kata OCHA. Kondisi itu mencegah pengiriman perdagangan dan bantuan ke salah satu tempat paling rawan pangan di Afrika.

Namun, beberapa pekerjaan telah dimulai untuk memulihkan jalan, menurut gambar yang diunggah pemerintah di Twitter.

Sumber : Antara