Penyerang Imam di Masjidil Haram Mengaku Imam Mahdi

Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). - Antara\\r\\n
24 Mei 2021 05:27 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pria pelaku penyerangan terhadap imam Masjidil Haram pada pekan lalu disebut mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi atau pemimpin umat akhir zaman, menjelang kiamat.

Hal itu terungkap setelah Kepolisian Arab Saudi mengidentifikasi pria tersebut. Pria ini mencoba menyerang seorang imam Masjidil Haram saat sedang memberikan khotbah salat Jumat (21/5/2021).

"Polisi yang menyelidiki insiden tersebut kemudian mengungkapkan bahwa penyerang mengaku sebagai 'Mahdi yang menunggu (Mesias)'," tulis laporan Arab News, Minggu (23/5/2021).

BACA JUGA : Pria Bawa Senjata Serang Khatib di Masjidil Haram

Mengenakan pakaian ihram, pelaku membawa tongkat dan berusaha naik ke mimbar ketika Sheikh Bandar Baleelah. Namun serangan di Masjidil Haram itu berhasil dihentikan oleh petugas keamanan bernama Al-Zahrani di tengah adegan dramatis yang disiarkan langsung televisi pada Jumat.

Sheikh Baleelah melanjutkan khotbahnya meskipun drama tersebut sedang berlangsung. Investigasi awal oleh polisi mengungkapkan bahwa pelakunya adalah warga negara Arab Saudi berusia 40 tahun, menurut surat kabar Al-Watan.

BACA JUGA : Pemuda Tewas Setelah Diteriaki Klithih di Turi, 9 Orang Jadi

Sukses menjalankan tugasnya, petugas Al-Zahrani dipuji sebagai "pahlawan" oleh para pengguna media sosial. Banyak warga yang mengucapkan terima kasih karena ia sukses menjaga keamanan di Masjidil Haram.