Cegah Kerumunan, Salat Id di Inggris Dibagi Beberapa Gelombang

14 Mei 2021 03:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Umat muslim seluruh dunia merayakan Hari Raya Idulfitri pada Kamis (13/5/2021).

Di Inggris Raya pelaksanaan Salat Idulfitri di masjid dilakukan dengan protokol kesehatan ketat setelah pemerintah Inggris memberikan kelonggaran untuk beribadah dan merayakan salat secara berjamaah, meski dengan aturan yang harus ditaati bersama.

Masjid-masjid di Kota Southampton, Oxford, London dan kota-kota lain menyelenggarakan ibadah Salat Idulfitri dalam beberapa gelombang. Madina Central Mosque Southampton dan Bashir Ahmad Mosque tercatat menyelenggarakan Salat Idulfitri dalam tiga gelombang.

Sementara itu, masjid Markaz Bilal Islamic Society (ISOC) di Universitas Southampton menyelenggarakan shalat dalam empat gelombang, yakni pukul 08.00, 08.30, 09.00, dan 10.30 pagi waktu Inggris. Pelaksanaan salat yang bertahap ini untuk mencegah kerumunan dan menghindari persebaran virus Covid-19 yang lebih luas.

Usamah, seorang Imam di masjid Markaz Bilal ISOC menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah setempat dan juga mendapat izin dari otoritas kampus.

"Ini perayaan Idulfitri tahun kedua bagi kami warga muslim di Inggris. Untungnya, tahun ini pemerintah setempat telah memberi izin dan pihak kampus juga setuju untuk penyelenggaraan shalat Idulfitri ini, tentu dengan penerapan protokol kesehatan ketat," kata Usamah, yang juga mahasiswa Universitas Southampton.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa warga yang salat harus membawa perlengkapan lengkap semisal sajadah, masker, dan
hand sanitizer serta wudhu dari rumah. Pihak pengelola masjid menutup tempat wudhu dan toilet untuk mencegah penularan virus dan mengurangi risiko penyakit.

Pengelola masjid Markaz Bilal ISOC mewajibkan jamaah untuk mendaftar terlebih dahulu untuk pengaturan kuota shalat Idulfitri. Satu minggu sebelumnya, pihak pengelola masjid membagikan informasi untuk pendaftaran shalat dengan memanfaatkan teknologi digital.

Aplikasi digital untuk reservasi tempat salat ini digunakan untuk memudahkan penerapan protokol kesehatan. Pendaftar cukup memasukkan data nama dan waktu salat, lalu akan ada barcode yang digunakan sebagai tanda masuk masjid.

"Kami menggunakan aplikasi digital yang secara khusus bisa memantau jumlah warga yang ingin shalat Idulfitri. Sebagian dari mahasiswa dan keluarganya, juga warga muslim di sekitar Southampton," kata Usamah.

Pihak takmir masjid juga menyediakan aneka makanan ringan dan buah untuk anak-anak, yang diberikan setelah pelaksanaan Salat Idulfitri.

Warga muslim Indonesia di Inggris juga gembira dengan perayaan Idulfitri tahun ini, meski harus dengan aturan kesehatan ketat. Nizam, warga Indonesia di Southampton menjelaskan bahwa biasanya setelah Salat Idulfitri ada agenda silaturahmi dan makan bersama. Namun, hal ini tidak bisa diselenggarakan karena pandemi.
"Sebelum pandemi, warga Indonesia di Southampton biasa masak bakso untuk dibagi-bagi kepada saudara muslim dari negeri lain. Biasanya ada meja besar di depan masjid dan di taman, lalu semuanya bebas ambil makanan. Tahun ini belum bisa karena aturan pemerintah," ungkap Nizam yang merupakan mahasiwa doktoral bidang pengajaran Bahasa Inggris.

Sumber : Antara