Kemenhub Catat Kendaraan Pemudik Aglomerasi, Hasilnya?

Jalur utama Puncak-Cianjur, Jawa Barat, pada H-1 lebaran sepi dari kendaraan pemudik, namun penyekatan yang dilakukan petugas gabungan tetap berjalan hingga dini hari, Rabu (12/5/2021). - Antara
13 Mei 2021 20:17 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lebih kurang 200.000 kendaraan roda dua atau sepeda motor meninggalkan wilayah Ciasem, Subang, Jawa Barat selama periode pramudik hingga larangan mudik yang dimulai sejak 6 Mei 2021.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengaku telah melakukan penghitungan pengguna sepeda motor di beberapa tempat seperti Ciasem, Subang, Rancaekek, Bandung, dan Merak.

"Jadi tiga titik ini kami melakukan traffic counting, penghitungan bagaimana jumlah kendaraan atau sepeda motor yang keluar dari aglomerasi Jabodetabek maupun yang di Bandung," katanya Kamis (13/5/2021).

Berdasarkan penghitungan tersebut, Budi menyebut secara umum bila dibandingkan dengan 2019 saat belum ada pelarangan mudik, jumlah kendaraan sepeda motor tersebut mengalami penurunan yang cukup tinggi.

Dia mencontohkan, di wilayah Ciasem, tercatat jumlah kendaraan roda dua yang melakukan perjalanan dari mulai periode pra mudik sampai dengan peniadaan mudik sekitar hampir 200.000 kendaraan.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa yang terhitung itu bukan saja kendaraan sepeda motor yang memang melakukan perjalanan mudik pada saat peniadaan atau pra mudik, namun ada juga perjalanan antar kecamatan di daerah tersebut.

"Jadi sebetulnya jumlah ini bukan cerminan masyarakat yang melakukan perjalanan karena memang keluar dari Jabodetabek tapi yang terhitung dan mungkin sekian persennya itu adalah yang dari Jakarta melanjutkan perjalanan ke Indramayu dan sebagainya," jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia