Kemenhub Sebut Masyarakat Sudah Mudik Duluan

Petugas saat operasi di posko penyekatan Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021). Jalur itu menghubungkan Kabupaten Kediri-Batu. - Antara
07 Mei 2021 17:47 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penurunan jumlah pergerakan transportasi dan penumpang pada hari pertama peniadaan mudik, Kamis (6/5/201) cukup terkendali lantaran masyarakat telah mudik duluan pada masa pra peniadaan mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan berdasarkan hasil pemantauan pengendalian transportasi pada hari pertama berlakunya laramgan mudik, jumlah pergerakan transportasi dan penumpang baik di transportasi darat, laut, dan udara, dan kereta api menurun cukup signifikan dibandingkan dengan sebelum masa larangan.

"Penurunan volume penumpang yang cukup signifikan di semua moda transportasi ini bisa diindikasikan, pertama, masyarakat telah melakukan perjalanan lebih dulu di masa Pra Peniadaan Mudik, atau kedua, tingkat kepatuhan masyarakat yang meningkat terhadap peraturan peniadaan mudik 2021,” ujarnya, Jumat (7/5/2021).

Secara terperinci, Adita memparkan di transportasi darat, penumpang angkutan darat (bus) di mencapai total 10.644 orang atau turun sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa. Adapun, volume lalu lintas harian (motor, mobil penumpang, dan mobil besar) yang menggunakan jalan nasional non-tol ke arah keluar Jabodetabek mencapai lebih dari 68.000 kendaraan atau turun sekitar 48 persen dibandingkan hari biasa.

Selanjutnya di transportasi udara, dari 12 bandara pemantau, tercatat sebanyak 270 flight keberangkatan atau turun 82,7 persen dari hari biasa. Sedangkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan keberangkatan mencapai sekitar 3.856 orang atau turun sekitar 96,2 persen dibandingkan hari biasa.

Di transportasi kereta api, pergerakan penumpang mencapai 17.220 orang penumpang, turun 71 persen dari jumlah penumpang sehari sebelumnya. Jika dibanding dengan rata-rata penumpang dari 22 April-5 Mei, jumlah penumpang kereta api pada Kamis kemarin turun 63 persen.

Sementara di transportasi laut, untuk pelabuhan antarpulau, terdapat 2.048 orang penumpang atau turun 88 persen dibandingkan hari biasa dari 51 pelabuhan yang dipantau.

Adita menjelaskan dari pemantauan penerapan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, penerapan protokol kesehatan di prasarana dan sarana transportasi umum berjalan cukup baik dan penyekatan yang dilakukan petugas di sejumlah titik sudah baik dan akan terus dioptimalkan.

“Selanjutnya, kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pengendalian transportasi di masa Idulfitri 2021 H dan memastikan perjalanan masyarakat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia