Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Gunung Semeru erupsi luncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 km pada Selasa (7/4/2026) pukul 17.30 WIB. ANTARA/HO-PVMBG
Harianjogja.com, LUMAJANG — Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/4/2026) petang. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer dari kawah.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan erupsi terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Tinggi kolom letusan terpantau mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pukul 17.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 mdpl,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau mengarah ke timur laut hingga timur. Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 443 detik.
Sigit menjelaskan, erupsi kali ini berupa awan panas guguran yang meluncur sejauh 4,5 km ke arah tenggara, tepatnya menuju kawasan Besuk Kobokan.
“Erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur 4,5 km dari kawah, mengarah ke tenggara (Besuk Kobokan),” katanya.
Meski demikian, jarak luncur tersebut masih berada dalam zona bahaya yang telah ditetapkan dan relatif aman dari permukiman warga. Kawasan tersebut memang masuk area terlarang untuk aktivitas masyarakat.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km.
Warga juga diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak gunung karena rawan terhadap lontaran material pijar.
Petugas turut mengingatkan adanya potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak, di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghangatkan dunia modifikasi Indonesia melalui gelaran modifikasi sepeda motor terbesar yakni Honda Modif Contest (HMC)
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Francesco Bagnaia membidik podium di MotoGP Jerman 2026 meski mengakui Sachsenring bukan sirkuit favoritnya. Hasil positif dibutuhkan untuk memperbaiki posisi k