Advertisement

Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Ini Alasannya

Aprianus Doni Tolok
Rabu, 05 Mei 2021 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Ini Alasannya Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan bahwa vaksinasi tidak akan membuat Indonesia mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadinya @drpriono1, Rabu (5/5/2021) 18.49 WIB. Menurutnya, kekebalan komunal tidak akan tercapai sehingga Indonesia hanya perlu mengejar angka laju penyebaran Covid-19 sekecil mungkin dengan sejumlah cara.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Tidak ada Herd Immunity bagi Indonesia! Walaupun semua orang berhasil divaksinasi, itupun tak akan pernah bisa dicapai. Lupakan herd immunity, fokus agar capai R<<1, dengan kombinasi 3M, TLI, Batasi Mobilitas Penduduk & Vaksinasi pada penduduk yg paling berisiko. @BudiGSadikin,” cuitnya.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya yang kini dilakukan semua negara terdampak pandemi, termasuk Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI menargetkan pada 2022 menjadi tahun yang penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah akan menjalankan program vaksinasi Covid-19 secara masif pada tahun ini dan ditargetkan pada Maret 2022 herd immunity akan tercapai.

BACA JUGA: Diperpanjang Lagi, Pemda DIY Klaim PPKM Mikro Berhasil

Advertisement

Hal itu senada dengan target Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan target 181,5 juta rakyat tervaksinasi hingga akhir tahun ini.

Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa setelah divaksinasi setiap orang diwajibkan tetap menaati protokol kesehatan. Pasalnya, seseorang tetap berpotensi terjangkit Covid-19 tetapi dengan risiko kondisi bergejala berat yang sangat jauh menurun.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Bisa Kena Sanksi, Periset Diingatkan Hindari Plagiat Karya Sendiri

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement