Stafsus Jokowi Tegaskan Tren Ekonomi Mengarah Positif

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta Arif Budimanta (tengah) - Bisnis/Himawan L Nugraha
05 Mei 2021 14:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia masih mengalami resesi karena realisasi produk domestik bruto pada triwulan I/2021 masih di zona negatif, yaitu minus 0,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau year on year/yoy.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan bahwa arah perekonomian di masa pandemi terus membaik.

“Tetapi trennya menunjukkan arah yang positif dari kuartal-kuartal sebelumnya. Di mana kuartal II/2020 minus 5,32 persen yoy, kuartal III/2020 minus 3,49 persen, dan kuartal IV/2020 minus 2,19 persen,” katanya melalui pesan instan kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Arif menjelaskan bahwa selanjutnya, pertumbuhan ekonomi di sisa kuartal 2021 diproyeksikan berada di zona positif. Alhasil, ekonomi Indonesia tahun 2021, secara akumulasi, akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020 lalu.

Membandingkan kuartal I/2021 dengan tahun lalu, Arif memaparkan kondisinya berbeda. Tahun lalu, pada periode itu, perekonomian Indonesia dapat dikatakan belum terkena dampak pandemi.

Mengingat kasus pertama baru terjadi pada 2 Maret 2020. Bahkan, sempat terjadi penguatan aktivitas ekonomi pada akhir Maret 2020 akibat adanya belanja berlebih atau panic buying atas beberapa jenis barang tertentu.

“Ternyata, setelah satu tahun berlalu, ekonomi Indonesia mampu bertahan dari tekanan. Selisih tipis yang hanya sebesar minus 0,74 persen secara tahunan dibanding masa sebelum pandemi menunjukan perekonomian kita sanggup bertahan. Kita akan segera masuk ke zona positif,” jelasnya.

Untuk memastikan ekonomi akan tumbuh positif di sisa triwulan 2021, Arif menuturkan bahwa penanganan pandemi harus dilakukan sesuai protokol kesehatan untuk mempertahankan tren penurunan kasus aktif dan penularan Covid-19 di Indonesia. Jangan mudik, belanja lebih baik secara online, selain vaksinasi akan terus digenjot pemerintah.

Selain itu, daerah perlu mempercepat serapan anggarannya masing-masing agar roda ekonomi di daerah ikut bergerak.

“Presiden juga sudah meminta kepala daerah benar-benar mampu meningkatkan investasi swasta di daerahnya agar lapangan kerja ikut tercipta,” ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia