Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
BBWS Serayu Opak yang menangani proyek Bendungan Bener. /Antara.
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Dwi Purwantoro menyatakan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, dibangun untuk kepentingan rakyat. Bendungan ini diklaim akan memiliki beragam manfaat di berbagai sektor yang akan dirasakan masyarakat sekitar jika infrastruktur itu selesai dibangun.
"Targetnya bendungan ini dapat mengairi sawah seluas 13.579 hektare daerah irigasi eksisting dan 1.940 hektare daerah irigasi baru, menyediakan air baku 1.500 liter per detik, sebagai pembangkit listrik sekitar enam megawatt. Selain itu, mengurangi banjir, dan untuk potensi pariwisata. Jadi intinya pembangunan Bendungan Bener ini semata-mata untuk kepentingan rakyat," katanya, Selasa (27/4/2021).
BACA JUGA : Jogja Sulap Embung Giwangan Jadi Taman Wisata Budaya
Ia mengatakan dengan tujuan serta dampak positif bagi masyarakat, Bendungan Bener yang akan menjadi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian waduk 159 meter, panjang timbunan 543 meter, dan lebar bawah sekitar 290 meter itu mendapat dukungan warga wilayah Kecamatan Bener, Purworejo.
Dwi Purwantoro mengklaim dengan banyaknya dampak positif dari bendungan tersebut, persetujuan dan dukungan warga sangat dibutuhkan. Jika nanti bendungan rampung dikembangkan sebagai destinasi wisata yang pengelolaannya dikembalikan ke masyarakat setempat, sehingga mampu meningkatkan ekonomi warga.
"Proses sosialisasi sudah dilaksanakan sejak periode perencanaan desain bendungan, perencanaan pengadaan tanah, penyusunan dokumen Amdal [Analisis Mengenai Dampak Lingkungan] hingga proses konstruksi dan pembayaran uang ganti rugi," katanya.
Menurut dia, ada delapan desa di Kabupaten Purworejo yang akan terdampak langsung megaproyek ini, yaitu tujuh desa di Kecamatan Bener, yakni Wadas, Bener, Kedung Loteng, Nglaris, Limbangan, Guntur, dan Karangsari. Sedangkan satu desa lainnya di Kecamatan Gebang, yakni Desa Kemiri.
BACA JUGA :Diklaim Berskala Internasional, Wisata Edukasi Embung
"Besaran uang ganti rugi yang signifikan dibanding harga pasar tanah telah disetujui mayoritas warga setempat. Hal ini menjadi fakta nyata bahwa tidak benar adanya kabar jika warga tidak menyetujui atau bahkan menolak pembangunan bendungan ini," katanya.
Dwi menjelaskan konsep pemanfaatan wadas untuk pembangunan bendungan juga berpihak pada kepentingan masyarakat. Wadas akan digali material batunya melalui proses pengadaan tanah dahulu, proses penggalian mengambil untuk kebutuhan kurang lebih 8,5 juta meter kubik selama tiga sampai empat tahun, lalu dilakukan penimbunan kembali.
"Proses penggalian material mengakibatkan habis dan berujung pada kerusakan lingkungan secara permanen tidak benar karena pasca-penggalian akan dilakukan penimbunan atau reklamasi," katanya.
Ia melanjutkan setelah reklamasi dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setempat sebagai wahana budi daya tanaman atau perkebunan, yang otomatis dapat menunjang sektor pariwisata dan berdampak pada meningkatnya taraf ekonomi masyarakat.
"Maka tidak benar bila muncul kabar dampak penggalian atau penambangan masyarakat akan kehilangan pekerjaan, hasil galian meninggalkan lubang yang akibatnya merusak lingkungan, apalagi dalam proses eksploitasi kami juga melibatkan masyarakat setempat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.