Kebersamaan dan Inovasi Jadi Kunci Utama Hadapi Pandemi

Dari kiri ke kanan, Saiful Bakhtiar, Ade Syah P Lubis, Wahyu Wikan T, dan Heroe Poerwadi dalam diskusi daring bertema Larangan Mudik dan Pertumbuhan Ekonomi Jogja di Hotel THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Senin (26/4/2021). - Ist/dok Harian Jogja
27 April 2021 10:37 WIB Sirojul Khafid News Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Kebersamaan dan inovasi menjadi dua hal agar bisa melewati masa pandemi Covid-19. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, meski pandemi sudah berjalan selama setahun lebih, kondisi ekonomi masyarakat Jogja masih bisa bertahan pada tahap tertentu. Salah satu kuncinya dari kekuatan masyarakat atau kekuatan sosial.

Sebagai contoh, masyarakat yang bergaji besar membantu masyarakat bergaji kecil yang terdampak pandemi. “Itu bagian dari jaring pengaman yang dilakukan masyarakat Jogja [selama pandemi]. Tidak hanya dari pemerintah, tapi juga masyarakat dan korporat ikut bekerja sama,” kata Heroe dalam diskusi daring bertema Larangan Mudik dan Pertumbuhan Ekonomi Jogja di Hotel THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Senin (26/4/2021).

Sementara dari sisi bisnis, saat ada pelarangan mudik tahun 2021 ini, perlu adanya inovasi. Seperti halnya daerah lain, wilayah DIY juga tidak menerima pemudik selama 6-17 Mei 2021. Namun untuk mobilitas antar kota dan kabupaten dalam lingkup DIY masih diperbolehkan. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan, salah satunya dengan paket staycation di hotel-hotel. “Tahun ini tidak boleh pulang, tapi bisa ke mana-mana di lingkup DIY. Mobilitas internal masih memungkinkan,” kata Heroe.

Baca juga: Travel Gelap di Tengah Pelarangan Mudik Bermunculan

Inovasi staycation juga yang telah Hotel THE 1O1 Yogyakarta Tugu lakukan, termasuk pada awal-awal pandemi. Saat banyak hotel terpuruk, Hotel THE 1O1 berusaha tetap bertahan dengan berbagai penyesuaian dan inovasi. Menurut General Manager Hotel THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Wahyu Wikan T, selain menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, mereka juga memberikan diskon, termasuk untuk paket staycation. “Masyarakat Jogja yang sudah jenuh kami beri harga spesial,” kata Wikan.

Begitupun pada bulan Ramadan tahun lalu, Hotel THE 1O1 jemput bola dengan menggelar bazar makanan di depan hotel. Segala daya upaya terus mereka lakukan agar semangat tetap terjaga dan bisa menular kepada pelaku bisnis lainnya.

Dengan sudah mendapat vaksin dan sertifikasi prokes lainnya, Wikan merasa siap untuk menyambut tamu yang akan mempir ke hotelnya. Meski ada kebijakan larangan mudik, dia berharap masyarakat dalam lingkup DIY bisa tetap beraktivitas.

Baca juga: Wow, Divaksin Bisa Sembari Wisata Museum Sejarah Alam Amerika

“Jangan mudik tapi piknik,” kata Wikan. “Kami tetap siap menerima tamu, meskipun kondisi seperti ini, kami siap dengan prokes, vaksin, sertifikat dan lainnya.”

Begitu pula dengan Gojek. Pandemi yang menurunkan mobilitas masyarakat, membuat pengelola harus berpikir keras. Menurut Senior Manager Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek Jateng-DIY, Saiful Bakhtiar, pada awal-awal pandemi Gojek kampanyekan program J3K atau Jaga Kesehatan, Jaga Keselamatan, dan Jaga Kebersihan.

Untuk memaksimalkan program ini, Gojek telah membagikan 4 juta masker dan 1,2 juta liter hand sanitizer. “Harus bekali mitra kami,” kata Saiful. “Hal itu menjadi protokol baru saat ini.”

Meski mobilitas orang menurun, namun mobilitas barang dalam layanan Gofood, Gosend, Goshop, dan lainnya meningkat. Hal ini pulalah yang Gojek optimalkan dengan membantu masyarakat, termasuk pedagang di pasar tradisional. Gojek bekerja sama dengan pemerintah memberikan layanan Goshop dan cash back untuk pembelian di pasar tradisional. “Warga Kota Jogja bisa transaksi di 18 pasar tradisional yang terkoneksi dengan Goshop. Trafiknya bagus, trennya positif,” kata Saiful.

Apa yang dilakukan Gojek tersebut menandakan bahwa teknologi menjadi salah satu jawaban di masa pandemi. Hal ini pula yang Niagahoster lakukan. Menurut CEO Niagahoster, Ade Syah P Lubis, pandemi menjadi momen transformasi digital terbesar di Indonesia. Sesuai dengan yang Niagahoster sering gaungkan tentang pentingnya dunia digital, masa pandemi menjadi momentum mereka semakin mengedukasi masayarakat, termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sebagai cara membantu masyarakat, Niagahoster memberikan subsidi kepada mitra bisnis maupun UKM yang menggunakan layanannya. Ade mengatakan apabila digitalisasi bagi pelaku UKM menjadi suatu keharusan saat ini untuk bertahan. “Itu menjadi citra positif, bahwa UKM di Indonesia sangat adaptif dan kraatif,” kata Ade.