Kedalaman Laut Hilangnya KRI Nanggala-402 Setara Menara Tertinggi Dunia

KRI Nanggala 402 / Antara
24 April 2021 20:57 WIB Hendri Tri Widi Asworo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hilangnya KRI Nanggala 402 di perairan Laut Bali menyedot perhatian publik. Sejumlah negara mengirimkan bantuan pencarian terhadap kapal selam yang berusia lebih dari 40 tahun tersebut.

Hari ini, Sabtu (24/4/2021), merupakan hari keempat pencarian kapal selam yang dibuat oleh HDW Jerman itu, sejak hilang kontak di perairan Bali Utara pada Rabu (21/4/2021).

Padahal persediaan oksigen pada kapal selam yang dibuat pada 1977, dan diterima ke angkatan laut pada 1981 itu, hanya 72 jam alias tiga hari. Jumlah personel di dalam kapal tersebut sebanyak 53 orang.

Di media sosial dihebohkan dengan kedalaman Laut Bali di lokasi hilangnya kapal selam itu hampir setinggi Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab. Menara tertinggi di dunia itu memiliki tinggi 828 meter. Adapun, kedalaman Laut Bali mencapai 700 meter.

Seperti diketahui, Burj Khalifa adalah sebuah pencakar langit di Dubai yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 2.717 kaki atau 828 meter.

Berdasarkan cacatan Wikipedia, Burj Khalifa adalah bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Dimulai dari melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia pada 21 Juli 2007.

Pada 12 September 2007, Burj Khalifa berhasil melewati ketinggian CN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia dan pada 7 April 2008 struktur tertinggi di dunia dari Menara KVLY-TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat berhasil dilewati.

Struktur tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia, Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974, tetapi runtuh pada saat renovasi pada 1991 dan berhasil dilewati pada 1 September 2008.

Adapun, palung Laut Bali memiliki kedalaman sekitar 700 meter. Palung tersebut terhubung dengan laut Flores dan Lombok yang memiliki kedalaman hingga 1.300 meter. 

Sementara itu, berbagai doa pun bertebaran di media sosial untuk keselamatan para kru kapal. Sejumlah gambar atau meme mengharukan untuk terus berjuang menemukan kapal selam Nanggala 402 itu pun bermunculan di media sosial. Dengan tagar #PrayForKRINanggala402 #KRINaggala402.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad menyampaikan, jika ditarik garis lurus titik dugaan keberadaan kapal terletak sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik. Sembilan titik itu termasuk ada yang tumpahan maupun daya magnetnya sangat kuat. Jadi ada sembilan 9 titik tersebar radiusnya jadi jaraknya 23 nautical mile (NM), kurang lebih mungkin sekitar 10 NM luasan," kata Kapuspen TNI di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Jumat.

Dia mengatakan, selain sebaran titik pencarian, untuk perizinan bantuan kapal dari luar negeri juga sudah terselesaikan, di antaranya kapal Poseidon dari Amerika Serikat dan juga HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia.

Terkait dengan alat keselamatan KRI Nanggala-402, Mantan Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Anshori menjelaskan bahwa alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai dengan standar internasional yang diberlakukan seluruh kapal selam di dunia.

"Jadi seluruh peralatan-peralatan ini disesuaikan dengan jumlah personel yang ada di dalam kapal, termasuk 53 personel tersebut," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia