Libur Panjang Selalu Bikin Kasus Covid-19 Melonjak

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus positif COVID-19 pada Rabu (8/7) meningkat 1.853 orang sehingga total kasus positif mencapai 68.079 orang, sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 800 orang menjadi 31.585 orang. - Antara/Indrianto Eko Suwarso
22 April 2021 22:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Periode libur panjang tahun lalu terbukti berdampak signifikan terhadap kenaikan kasus harian positif Covid-19. Hal itu pun menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberlakukan pelarangan mudik pada Lebaran tahun ini.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adi Putranto menyampaikan pada libur Lebaran 2020 kasus positif naik antara 78-95 persen.

“Kemudian pada libur Kemerdekaan RI, kasus meningkat 58-119 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/4/2021).

Pada masa libur Maulid Nabi Muhammad SAW yakni pada 28 Oktober - 1 November 2020 mengakibatkan kasus positif naik 37-95 persen, sedangkan pada libur Nataru terjadi kenaikan 37-78 persen.

Wiku menyampaikan pada Januari 2021 pemerintah akhirnya mengambil langkah intervensi yakni kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga yang berskala mikro agar kejadian serupa tidak terjadi.

“Hal ini terbukti dapat menjaga kasus positif tidak melonjak,” ujarnya.

Dia menilai, dukungan masyarakat untuk taat pada kebijakan pemerintah akan sangat membantu pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia