37,9 Juta Penduduk Sudah Lapor Golongan Darah, B- Paling Langka

Golongan darah - JIBI/Bisnis.com
17 April 2021 18:37 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat 37,9 juta penduduk Indonesia telah melaporkan jenis golongan darah mereka.

Jumlah itu diketahui dari laporan statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri yang dirilis belum lama ini.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa pemerintah kini sudah memiliki data bank darah yang bisa digunakan oleh banyak pihak.

Temuan yang menarik, dalam statistik kependudukan tersebut, menurut Zudan adalah penduduk terbanyak bergelar doktor atau S3 adalah penduduk bergolongan darah O. 
"Bila gelar doktor disamakan dengan penduduk yang cerdas, maka yang bergolongan darah O di Indonesia itu cerdas-cerdas. Persentasi penduduk bergelar doktor itu terbanyak bergolongan darah O. Pemilik golongan darah O jumlahnya ada lebih 16 juta penduduk," ungkapnya di Jakarta, kamis (15/4/2021).
Informasi ini menurutnya akan membantu Palang Merah Indonesia, atau PMI untuk merencanakan wilayah prioritas donor darah tertentu. 
"Sebab informasi golongan darah penduduk tersedia dengan akurat by name by address di database kependudukan Dukcapil. Juga penting bagi rumah sakit apabila memerlukan golongan darah bagi pasiennya." demikian Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Adapun dari jumlah tersebut, jika dirinci sebanyak 7,9 juta jiwa memiliki golongan darah A, 8,03 juta bergolongan darah B, sebanyak 3,17 juta bergolongan darah AB.

Selanjutnya sebanyak 16,8 juta penduduk memiliki golongan darah O, 640.844 jiwa bergolongan darah A+, 37.898 jiwa golongan darahnya A-; 358.837 golongan darah B+.

Golongan darah paling langka adalah B- dengan jumlah 25.290 jiwa. 113.962 jiwa golongan darahnya AB+, 44.090 jiwa bergolongan darah AB-; 328.149 jiwa bergolongan darah O+, dan 338.564 penduduk bergolongan darah O-. 

Sumber : JIBI/Bisnis.com