Polri Siapkan 333 Titik Penyekatan dari Lampung hingga Bali untuk Cegah Mudik

Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar. - ANTARA
16 April 2021 09:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polri menyiapkan penyekatan di 333 titik dari Lampung sampai Bali untuk mengantisipasi masyarakat yang hendak mudik pada periode 6-17 Mei 2021.

Hal itu diungkapkan Kabag Ops Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Rudi Antariksawan, dalam Dialog Produktif bertema Tidak Mudik Lebih Baik, yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Kamis (15/4/2021).  

Ia akan memperketat pemeriksaan di beberapa titik tersebut. Menurutnya, masyarakat yang hendak mudik akan melewati pemeriksaan.

“Kita sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai Bali untuk mencegah masyarakat yang mudik. Ada 333 titik penyekatan yang kita siapkan, baik jalur tol maupun arteri,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan Covid-19.

Rudi menjelaskan sejak 12 April hingga 5 Mei mendatang, kepolisian menggelar Operasi Keselamatan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang hendak melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman.

Baca juga: Sudah 6 Kali PPKM, Sleman Masih Diselimuti Zona Merah

“Lalu, kita akan melakukan penyekatan sesuai dengan perintah pemerintah tanggal 6-17 Mei 2021,” tambah Rudi.

Seperti diketahui, peniadaan mudik pada tahun ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Gugus Tugas Covid-19 No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Tujuan pemerintah mengumumkan peniadaan mudik lebih awal adalah untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik.

Dalam dialog tersebut, Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati mengatakan untuk wilayahnya, ada beberapa titik tempat yang akan dilakukan barikade mulai dari masuknya Sragen dari arah barat, timur dan utara.

“Teman-teman di Polres sudah melakukan simulasi dan kami memberikan dukungan penuh untuk itu,” jelasnya.

Tahun lalu, sekitar 10 ribu perantau Sragen kembali ke kampung halaman meski telah dilanda pandemi. “Dalam kurun waktu 2 hari saja bisa 1.400 orang datang pada April tahun lalu. Dulu satgas bekerja luar biasa sekali untuk mengamati para pelaku perjalanan. Kini, kami  memberikan pemahaman bahwa memang kali ini dilarang untuk mudik,” jelas Yuni Sukowati.

Tahun ini, khusus untuk mengantisipasi arus mudik di Sragen, Yuni mengimbau kepada lurah-lurahnya untuk membuat konten agar bisa menyapa para warganya yang ada di perantauan untuk tidak mudik.

“Dengan cara membuat video himbauan dan mereka yang ada diperantauan akan bersilaturahmi secara virtual,” tutup Yuni.

Sumber : bisnis.com