Gempa M4,9 Sukabumi, KAI Pastikan Jalur Daop 2 Bandung Aman
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin apapun termasuk vaksin Nusantara.
"BPOM tidak akan pernah pilih kasih. BPOM akan mendukung apapun bentuk riset apabila sudah siap masuk uji klinis itu akan didampingi, tapi tentu dengan penegakan berbagai standar-standar yang sudah ada," kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam Lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih, Jakarta, Selasa (13/4/2021).
Penny mengatakan, vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya, karena beberapa syarat belum terpenuhi di antaranya cara uji klinik yang baik (Good Clinical Practical), proof of concept, good laboratory practice dan cara pembuatan obat yang baik (Good Manufacturing Practice).
Penny menuturkan, pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin, asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.
Dia mengklaim, pihaknya sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinis, mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi.
Inspeksi
BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait vaksin Nusantara.
Menurut Penny, jika ada pelaksanaan uji klinis yang tidak memenuhi standar-standar atau tahapan-tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, maka akan mengalami masalah dan tidak bisa lanjut ke proses berikutnya.
"Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan, dan pengabaian itu sangat banyak sekali aspeknya di dalam pelaksanaan uji klinik dari fase 1 dari vaksin dendritik. Dan itu sudah disampaikan kepada tim peneliti tentunya untuk komitmen adanya corrective action, preventive action yang sudah seharusnya diberikan dari awal tapi selalu diabaikan tetap tidak bisa nanti kembali lagi ke belakang," ujarnya.
Penny menuturkan, proof of concept dari vaksin Nusantara juga belum terpenuhi.
Antigen yang digunakan pada vaksin tersebut juga tidak memenuhi pharmaceutical grade. Hasil dari uji klinis fase 1 terkait keamanan, efektivitas atau kemampuan potensi imunogenitas untuk meningkatkan antibodi juga belum meyakinkan sehingga memang belum bisa melangkah untuk fase selanjutnya.
Penny menyebut, pihaknya tidak menghentikan riset vaksin Nusantara. Tim peneliti perlu melakukan perbaikan dan menyampaikan perbaikan kepada BPOM sebagaimana hasil review yang diberikan BPOM kepada tim peneliti vaksin Nusantara.
"Silakan diperbaiki proof of concept-nya, kemudian data-data yang dibutuhkan untuk pembuktian kesahihan validitas dari tahap 1 clinical trial, barulah kalau itu semua terpenuhi barulah kita putuskan apakah mungkin untuk melangkah ke fase selanjutnya," tuturnya.
Hingga saat ini, BPOM belum mengeluarkan izin persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) uji klinis fase II untuk vaksin Nusantara.
BPOM akan terus mendampingi apabila ada keinginan dari tim peneliti untuk memperbaiki. BPOM ingin memastikan bahwa kualitas dari vaksin itu memang layak untuk dijadikan produk dalam uji klinis yang menggunakan manusia.
"Ada corrective action (perbaikan) yang harus mereka berikan sampai dengan saat ini sampai dengan sesuai waktu yang diberikan belum kami terima," tutur Penny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
Video bos Instagram Adam Mosseri ungkap detik-detik awal kericuhan final Piala Dunia 2026. Rekaman menunjukkan Paredes dan Molina di pusat kerumunan.
The Odyssey raih Rp4,74 triliun di pekan perdana, debut terbesar Christopher Nolan! Di Indonesia, 17 dari 18 layar IMAX penuh. Simak sinopsis dan pemainnya di s
Masa depan Lionel Scaloni menjadi sorotan setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dan menghadapi tantangan regenerasi skuad.
Sebanyak 122.887 warga masuk daftar calon pemilih Pilur Gunungkidul 2026. Data masih diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai DPT.
Sebuah peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Brebes