Begini Sikap BEM Nusantara Terkait Radikalisme & Terorisme

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara DIY melakukan aksi menolak segala bentuk terorisme, radikalisme. - Ist/BEM.
11 April 2021 06:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan sikapnya mengecam tindakan terorisme dan radikalisme. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan serta membuat suatu wilayah semakin kondusif.

Ketua BEM Nusantara DIY Achmad Mubarok menyatakan keprihatinannya atas aksi terorisme di Gereja Katedral dan penembakan di Mabes Polri yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam situasi negara yang tentram dan damai, tindakan tersebut sama sekali tidak dibenarkan oleh ajaran agama apa pun. Masyarakat harus bijak mensikapi tindakan tersebut dengan tetap menjaga persatuan, kesatuan dan toleransi antarsesama.

BACA JUGA : 60 Persen Sekolah di Sleman Terpapar Radikalisme

“Mereka [pelaku] hanya memikirkan apa yang mereka anggap benar dan tidak memikirkan dampak buruk apa yang dilakukan. Ini bisa membuat perpecahan antara sesama bahkan keresahan,” katanya dalam rilisnya Sabtu (10/4/2021).

Ia menambahkan sebagai wujud keprihatinan, BEM Nusantara DIY telah melakukan Aksi Damai Doa Lintas Agama dan Tabur Bunga di Tugu Pal Putih Jogja, pada Jumat (9/4/2021) petang. Para mahasiswa mendoakan para korban musibah bencana alam, bom bunuh diri, dan Pandemi Covid-19.

“Kami menyatakan sikap terkait kasus terorisme, radikalisme dan intoleransi yang sungguh sangat memprihatinkan dan mengguncang kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. BEM Nusantara DIY menolak keras segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi. Mengutuk segala bentuk tindakan terorisme. Mendukung Polri dalam upaya mengusut tuntas aksi Terorisme. Kami akan bersinergi dengan Polda DIY dalam upaya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jogja,” ujarnya.

BACA JUGA : Kader PKS Siap Bendung Radikalisme dan Terorisme

Mubarok menyatakan dalam kesempatan ini para mahasiswa juga melakukan penggalangan dana untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).