Akui Vaksinasi Lansia Rendah, Kemenkes Beberkan Kendalanya

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada lansia di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/3/2021). - Antara
06 April 2021 12:07 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengakui capaian vaksinasi Covid-19 kepada lansia masih sangat rendah karena dipicu sejumlah kendala.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 untuk Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan sampai saat ini penerima vaksin lansia dosis pertama baru sekitar 1,73 juta orang atau baru 8,2 persen dari target 21,5 juta lansia.

Nadia mengatakan beberapa kendalanya, antara lain masih banyak kabupaten/kota, tepatnya 36 kabupaten/kota yang belum memulai vaksinasi untuk lansia.

“Banyak kabupaten/kota dengan pasokan vaksin yang ada masih memprioritaskan pemberian vaksin ke pemberi pelayanan publik terlebih dulu,” terang Nadia pada Dialog KPCPEN, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: AHY Mau Maafkan Kader Partai Demokrat yang Ikut KLB, tapi...

Kendala selanjutnya, beberapa provinsi besar yang harusnya menjadi pusat penyuntikan vaksin kepada lansia belum mencapai target yang diharapkan. Di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, angka vaksinasinya masih rendah, sehingga masih perlu dilakukan akselerasi.

Dari sisi lansia sendiri, kata Nadia, ada beberapa kendala yang dihadapi. Pertama, lansia masih merasa takut karena kurangnya sosialisasi atau informasi bahwa sekarang lansia dapat prioritas untuk dapat vaksin.

“Meskipun sudah diberitahukan kalau nanti di sentra vaksin akan tetap patuh protokol kesehatan, masih ada keraguan bagi orang di atas 60 tahun, karena kita tahu di awal risiko kerentanan lansia tinggi, sehingga mereka harus mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Nadia.

Kemudian, ada kemungkinan lansia mempunyai keterbatasan fisik untuk datang ke tempat vaksinasi, sehingga harus ditemani anak atau keluarga.

Baca juga: Mei 2021, Singapura Mulai Terima Wisatawan yang Punya Sertifikat Vaksin Covid-19

“Sementara, jadwal yang sudah tersedia tidak pas dengan yang menemani. Atau lansia ini hidupnya sudah terpisah dari keluarga, atau ada keterbatasan finansial sehingga mereka tidak bisa datang ke sentra vaksinasi, ini yang membuat makin sulit,” kata Nadia.

Kendala lainnya, untuk mendapat vaksin, lansia harus mendaftar. Karena pendaftaran dilakukan secara daring, ada kemungkinan para lansia tidak paham cara daftarnya sehingga harus dibantu.

“Hal-hal ini yang nanti akan kita coba buat upaya-upaya untuk membantu lansia dalam mengakses pusat vaksinasi yang ada,” imbuh Nadia.

Sumber : bisnis.com