Mempercepat Operasional Kopdes Merah Putih
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Seminar bertajuk Eefektivitas Stimulus UMKM dalam Menggerakkan Perekonomian di Daerah di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (5/4/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah anggaran yang disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui bantuan presiden produktif telah mencapai Rp28,8 triliun untuk seluruh Indonesia. Adapun skema 2021 diarahkan untuk stimulus bagi UMKM. Semua pihak diharapkan ikut mengawal agar tepat sasaran.
Isu tentang UMKM ini dibahas dalam seminar bertajuk Eefektivitas Stimulus UMKM dalam Menggerakkan Perekonomian di Daerah di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (5/4/2021).
BACA JUGA : 80 Persen UMKM di DIY Belum Gunakan Teknologi Internet
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin menyatakan selain skema stimulus, pemerintah telah menyalurkan anggaran untuk UMKM melalui Penyaluran Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (Banpres Produktif) total Rp28,8 triliun dan 100% telah terserap dengan jumlah Rp2,4 juta per UMKM.
Sedangkan untuk 2021 pemerintah melalui kementerian Koperasi dan UMKM melanjutkan stimulus berupa subsidi bunga KUK (Kredit Usaha Kecil) dan Stimulus program banpres produktif
“Stimulus ini tetap harus berpegang pada prinsip kehati-hatian agar dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan yang lebih penting tujuan untuk pemulihan sektor UMKM tercapai dengan harapan agar dapat menggerakkan perekonomian di daerah. Tentunya pemberian stimulus untuk UMKM dalam pelaksanaannya akan menghadapi berbagai kendala oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk mendorong dan mengawalnya,” katanya.
Ia menambahkan UMKM menjadi salah satu terdampak akibat pandemi Covid-19. Butuh dukungan banyak pihak untuk membangun kembali perekonomian indonesia yang kuat dan mensejahterakan. Salah satunya dengan memperkuat sektor UMKM.
“Kita harus mampu melihat peluang-peluang agar sektor perekonomian kembali bangkit dan mampu mensejahterakan. Salah satu peluang yang dapat kita optimalkan adalah dengan menghidupkan kembali dan memperkuat UMKM,” ujarnya.
BACA JUGA : 1.500 UMKM Ikut Markethub SiBakul Jogja Free Ongkir
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi yang membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan sektor UMKM selama ini menjadi penggerak roda perekonomian di DIY. Salah satu tantangan terbesar era saat ini adalah proses transformasi menuju ekosistem produk dengan kualitas global agar sejala dengan tujuan revolusi industri 4.0.
“Selain itu UMKM harus adaptif terhadap berbagai macam situasi. Dalam rencana pembangunan jangka panjang telah dimasukkan pula optimalisasi teknologi digital untuk UMKM, selain peningkatan kapasitas dan akses serta penciptaan ruang usaha,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.