Rp28,8 Triliun Telah Disalurkan untuk UMKM

Seminar bertajuk Eefektivitas Stimulus UMKM dalam Menggerakkan Perekonomian di Daerah di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (5/4/2021). - Ist.
05 April 2021 13:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah anggaran yang disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui bantuan presiden produktif telah mencapai Rp28,8 triliun untuk seluruh Indonesia. Adapun skema 2021 diarahkan untuk stimulus bagi UMKM. Semua pihak diharapkan ikut mengawal agar tepat sasaran.

Isu tentang UMKM ini dibahas dalam seminar bertajuk Eefektivitas Stimulus UMKM dalam Menggerakkan Perekonomian di Daerah di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (5/4/2021).  

BACA JUGA : 80 Persen UMKM di DIY Belum Gunakan Teknologi Internet

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin menyatakan selain skema stimulus, pemerintah telah menyalurkan anggaran untuk UMKM melalui Penyaluran Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (Banpres Produktif) total Rp28,8 triliun dan 100% telah terserap dengan jumlah Rp2,4 juta per UMKM.

Sedangkan untuk 2021 pemerintah melalui kementerian Koperasi dan UMKM melanjutkan stimulus berupa subsidi bunga KUK (Kredit Usaha Kecil) dan Stimulus program banpres produktif

“Stimulus ini tetap harus berpegang pada prinsip kehati-hatian agar dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan yang lebih penting tujuan untuk pemulihan sektor UMKM tercapai dengan harapan agar dapat menggerakkan perekonomian di daerah. Tentunya pemberian stimulus untuk UMKM dalam pelaksanaannya akan menghadapi berbagai kendala oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk mendorong dan mengawalnya,” katanya.

Ia menambahkan UMKM menjadi salah satu terdampak akibat pandemi Covid-19. Butuh dukungan banyak pihak untuk membangun kembali perekonomian indonesia yang kuat dan mensejahterakan. Salah satunya dengan memperkuat sektor UMKM.

“Kita harus mampu melihat peluang-peluang agar sektor perekonomian kembali bangkit dan mampu mensejahterakan. Salah satu peluang yang dapat kita optimalkan adalah dengan menghidupkan kembali dan memperkuat UMKM,” ujarnya.

BACA JUGA : 1.500 UMKM Ikut Markethub SiBakul Jogja Free Ongkir

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi yang membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan sektor UMKM selama ini menjadi penggerak roda perekonomian di DIY. Salah satu tantangan terbesar era saat ini adalah proses transformasi menuju ekosistem produk dengan kualitas global agar sejala dengan tujuan revolusi industri 4.0.

“Selain itu UMKM harus adaptif terhadap berbagai macam situasi. Dalam rencana pembangunan jangka panjang telah dimasukkan pula optimalisasi teknologi digital untuk UMKM, selain peningkatan kapasitas dan akses serta penciptaan ruang usaha,” katanya.