Sebagian Masyarakat Anggap Teroris Hanya Rekayasa, Begini Jawaban Mabes Polri

Polisi bersenjata melakukan penjagaan lokasi penggeledahan rumah terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror di Kelurahan Sumampir, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat (2/4/2021). - ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
04 April 2021 17:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Mabes Polri mengakui jika sebagian besar masyarakat Indonesia tidak percaya dengan aksi teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono pun akhirnya memberi jawaban atas kecurigaan rakyat jika aksi teror Teroris Zakiah Aini dan bom Gereja Makassar hanya rekayasa.

Rusdi menyatakan aksi teror mereka nyata dan realita. Hal ini diungkapkan oleh diskusi Forum Risalah Jakarta yang dilaksanakan secara virtual.

Baca juga: Penjual Bakmi Jawa di Bantul Ditangkap Densus 88 Saat Sarapan Bersama Keluarganya

"Gerakan radikal yang ada sebagaian masih tidak percaya. Atau sebagian sengaja tidak percaya. Ini masih terjadi di masyarakat," kata Rusdi, Minggu (4/4/2021).

"Bahkan ada yang berpendapat bahwa kasus Makassar terus kemudian juga penembakan di Mabes Polri itu rekayasa, kata mereka," imbuhnya.

Rusdi mengatakan bahwa pihak yang dikira masyarakat merekayasa aksi teror tersebut sengaja agar membuat masyarakat bingung.

Baca juga: Wapres Ingatkan Para Dai Tidak Ikut dalam Arus Berpikir Sempit

"Masih ada kelompok kelompok seperti itu yang tidak percaya dan sengaja memang membuat masyarakat jadi bingung.

Oleh karena itu, dengan adanya masalah ini dianggap Rusdi sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama.

"Ini realitas yang perlu kita hadapi bersama," pungkasnya.

Sumber : Suara.com