Pemerintah Sudah Pesan 426 Juta Dosis Vaksin tapi Datangnya Dikit-Dikit

Ilustrasi. - Freepik
26 Maret 2021 22:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah sudah memesan sebanyak 426 juta dosis vaksin dari sejumlah negara, tetapi akan datang ke Indonesia secara bertahap. 

Pada Juli - Agustus, vaksin akan tiba dalam jumlah banyak: 60 sampai 70 juta dosis per bulan.

"Kita sudah booking 426 juta dosis vaksin, tapi datangnya dikit-dikit. Ini datang baru awal 7 juta, naik lagi 11 juta, dikit-dikit. Baru mungkin melimpah Juli atau Agustus baru mungkin per bulan 60-70 juta," kata Jokowi.

Para kepala daerah diminta mengawal distribusi vaksin dan pelaksanaannya harus dipastikan berlangsung cepat.

Hal itu dikatakan Jokowi ketika peresmian pembukaan Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Pakar: Wacana Presiden 3 Periode Tak Perlu Ditanggapi Serius

"Saya datang ke kabupaten harus tahu, ngerti betul. Target di kabupaten A berapa yang harus divaksin? Wah sebentar pak, bupati harus ngerti, oh 182 ribu pak, jangan pakai kurang lebih kurang lebih 200 ribu pak, itu nggak ngerti berarti," kata Jokowi.

"Harus bisa, berapa yang mau divaksin? 212.300 misalnya oh detail berarti ngerti, tanya kasus harian Covid berapa 'aduh sebentar tanya ke dinkes pak', aduh ini persoalan gede yang semua harus tahu."

"Program vaksinasi dikawal dengan detail, pelaksanaannya dimonitor," ujar Jokowi

Beberapa waktu yang lalu, Jokowi melakukan inspeksi ke Halmahera Utara untuk memastikan distribusi vaksin berjalan sesuai rencana.

Jokowi meminta daerah memprioritaskan vaksinasi kepada orang-orang yang memiliki interaksi tinggi dan mobilitas yang tinggi.

"Yang mau kita vaksin itu hampir 181,5 juta banyak sekali, tapi siapa yang diprioritaskan, siapa yang didahulukan, bapak ibu bupati harus tahu dan harus dikontrol sekarang mulai di luar tenaga kesehatan dan pelayan publik," kata dia.

Baca juga: Datang ke Sleman, Mahasiswa Harus Kantongi Bukti Sudah Divaksin Covid-19

"Dahulukan tempat-tempat yang interaksinya tinggi, mobilitasnya tinggi misalnya pasar, itu tempat yang interaksi dan mobilitas orang tinggi, dahulukukan.Terminal mobilitas tinggi interaksi tinggi, dahulukan."

Jokowi meminta semua pihak dapat memahami keterbatasan vaksin yang tersedia karena datangnya sedikit demi sedikit.

"Ini harus mengerti semuanya karena strategi, kenapa strategi? karena vaksinnya terbatas dan datangnya pelan-pelan," kata dia.

Sumber : suara.com