Advertisement
Pemerintah Gemar Impor Beras, Perpadi: Tak Berpihak ke Petani Lokal
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang akan mengimpor beras adalah bertentangan dengan kepentingan petani lokal.
Wakil Ketua Umum Perpadi Jakarta Billy Haryanto mengatakan sebelum memutuskan kebijakan tersebut Mendag diharapkan bisa mendengar aspirasi dari petani terlebih dulu.
Advertisement
"Sebelum ambil keputusan, dia harus bener-bener lihat ke bawah [petani] dahulu," kata Billy dalam siaran pers, Rabu (24/3/2021).
BACA JUGA : Mahasiswa di Jogja Gelar Demonstrasi Tolak Beras Impor
Dia menuturkan seharusnya petani menikmati hasil panen dengan harga gabah yang sepadan. Adapun, wacana impor bakal membuat harga gabah anjlok.
Billy menjelaskan sekarang ini kondisi petani tengah terpuruk. Di Tegal, misalnya, harga gabah kering anjlok dari Rp5.000 per kg menjadi Rp3.500 per kg. Mendag diharapkan bisa mencari waktu yang tepat untuk menentukan kebijakan staregis yang menyangkut petani.
Dia juga mengusulkan Mendag untuk berkoordinasi dengan Bulog untuk menyesuaikan perhitungan kebutuhan beras setiap tahun.
BACA JUGA : Faisal Basri: Ironis, Tiba-tiba Muncul Rencana Impor Beras
"Kalau impor lagi mau disalurkan ke mana itu beras. Yang sekarang ada saja bingung dilepas ke mana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prajurit TNI Asal Kulonprogo Gugur di Lebanon, Ini Kata Ketua DPRD DIY
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
Advertisement
Advertisement







