Pemerintah Gemar Impor Beras, Perpadi: Tak Berpihak ke Petani Lokal

Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
25 Maret 2021 01:27 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang akan mengimpor beras adalah bertentangan dengan kepentingan petani lokal.

Wakil Ketua Umum Perpadi Jakarta Billy Haryanto mengatakan sebelum memutuskan kebijakan tersebut Mendag diharapkan bisa mendengar aspirasi dari petani terlebih dulu.

"Sebelum ambil keputusan, dia harus bener-bener lihat ke bawah [petani] dahulu," kata Billy dalam siaran pers, Rabu (24/3/2021).

BACA JUGA : Mahasiswa di Jogja Gelar Demonstrasi Tolak Beras Impor

Dia menuturkan seharusnya petani menikmati hasil panen dengan harga gabah yang sepadan. Adapun, wacana impor bakal membuat harga gabah anjlok.

Billy menjelaskan sekarang ini kondisi petani tengah terpuruk. Di Tegal, misalnya, harga gabah kering anjlok dari Rp5.000 per kg menjadi Rp3.500 per kg. Mendag diharapkan bisa mencari waktu yang tepat untuk menentukan kebijakan staregis yang menyangkut petani.

Dia juga mengusulkan Mendag untuk berkoordinasi dengan Bulog untuk menyesuaikan perhitungan kebutuhan beras setiap tahun.

BACA JUGA : Faisal Basri: Ironis, Tiba-tiba Muncul Rencana Impor Beras

"Kalau impor lagi mau disalurkan ke mana itu beras. Yang sekarang ada saja bingung dilepas ke mana," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia