Advertisement
Ahli Sebut Sekolah Bisa Kembali Dibuka Mulai 50 Persen
Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Bagan Besar Duma pada masa pandemi Covid-19 di Riau, Selasa (16/3/2021). - Antara\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban menilai idealnya rencana pemerintah untuk kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 bisa dimulai dengan pembukaan 50 persen terlebih dahulu.
Melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Senin (22/3/2021) 14.07 WIB, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) itu mengakui bahwa belajar dan mengajar secara virtual tidak ideal. Namun, dia juga mengaku bahwa dengan alasan itu tidak berarti dia sepakat sekolah tatap muka akan dibuka dalam waktu dekat.
Advertisement
Di lain sisi, ahli ilmu penyakit dalam ini juga mengerti dorongan untuk membuka sekolah itu besar, termasuk dari pemerintah. Zubairi kembali menekankan sikapnya bahwa pembukaan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka hanya dimungkinan bila tingkat kasus positif (positivity rate) virus Corona atau Covid-19 di Indonesia berada di bawah 5 persen.
"Saya tekankan sekali lagi. Sikap saya ya setuju sekolah dibuka, asal positivity rate kurang dari 5 persen. Apakah saat ini sudah aman? Ya belum. Indonesia itu rata-rata 20 persen ke atas. Kondisi itu akan rawan untuk siswa—karena risiko penularannya amat tinggi," tulisnya di Twitter.
Saya tekankan sekali lagi. Sikap saya ya setuju sekolah dibuka, asal positivity rate kurang dari 5 persen. Apakah saat ini sudah aman? Ya belum.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) March 22, 2021
Indonesia itu rata-rata 20 persen ke atas. Kondisi itu akan rawan untuk siswa—karena risiko penularannya amat tinggi.
Zubairi berharap pada Juli 2021 tingkat kasus positif Covid-19 nasional bsia berada di bawah 5 persen. Kendati begitu, dia mengingatkan pembukaan sekolah tatap muka dengan positivity rate rendah itu pun masih harus tetap dibarengi protokol kesehatan ketat.
Menurut dia, dengan kondisi tersebut, pembelajaran tatap muka bisa direalisasikan kembali secara bertahap atau tidak langsung seluruh pelajar.
"Semoga, Juli nanti, positivity rate kita bisa di bawah 5 persen, dan itu pun harus tetap patuh prokes. Idealnya, mulai saja dulu dengan 50 persen jam sekolah biasa. Kelas jangan langsung diisi penuh. Dan, kegiatan belajar diselingi keluar kelas untuk melakukan olahraga," lanjut Zubairi dalam utasannya.
Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per kemarin, Senin (22/3/2021), menunjukkan positivity rate nasional harian mencapai 15,28 persen, sedangkan secara mingguan mencapai 13,61 persen.
Sebelumnya, Profesor Zubairi Djoerban juga telah mengatakan bahwa pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 hanyadimungkinkan dengan satu syarat yakni positivity rate virus Corona Indonesia berada di bawah 5 persen. Saat itu, dia mengaku belum yakin positivity rate di Tanah Air bisa mencapai kisaran tersebut.
"Saya setuju banget sekolah tatap muka dibuka Juli mendatang. Asalkan positivity rate kita di bawah 5 persen. Kalau bisa 3 persen, ya lebih bagus. Merem saya bilang setujunya. Apakah Indonesia bisa di bawah 5 persen? Saya tak begitu yakin, tapi tetap berharap bisa. Bismillah," tulisnya di Twitter.
Saya setuju banget sekolah tatap muka dibuka Juli mendatang. Asalkan positivity rate kita di bawah 5 persen. Kalau bisa 3 persen, ya lebih bagus. Merem saya bilang setujunya.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) March 19, 2021
Apakah Indonesia bisa di bawah 5 persen? Saya tak begitu yakin, tapi tetap berharap bisa. Bismillah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Sejumlah Ruas Jalan dan Jembatan di Kulonprogo Dilakukan Pemeliharaan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU
- Motor Tanpa Plat, Pelajar di Gunungkidul Dihukum Push Up
- Dapur MBG di Banguntapan Picu Pro Kontra, Ini Kata Warga
- Ribuan Pil Sapi Disita di Bantul, Tiga Orang Ditangkap
- 5 Proyek Rp17 Miliar di Gunungkidul Disiapkan, Lelang Masih Tertahan
- Ratusan Cagar Budaya di Bantul Belum Punya Penanda
Advertisement
Advertisement








