Kemenkes Tegaskan Vaksin AstraZeneca Aman & Siap Didistribusikan Pekan Depan

Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia yang menerima dosis vaksin Covid-19 melalui inisiatif global yang dikelola oleh World Health Organization (WHO). - JIBI/Bisnis.com
12 Maret 2021 23:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah bakal mendistribusikan vaksin Astrazeneca untuk program vaksinasi nasional dalam 1-2 pekan ke depan. Kementerian Kesehatan pun meyakini vaksin tersebut sudah aman untuk digunakan.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan distribusi produk yang datang ke Indonesia melalui jalur COVAX Facility tersebut. COVAX merupakan program vaksin Covid-19 global yang juga dinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Iyaa tetap [akan digunakan]. Insyaallah satu hingga dua minggu akan kita distribusikan," jelasnya kepada JIBI, Jumat (12/3/2021).

Nadia juga memastikan Indonesia masih akan menggunakan produk AstraZeneca kendati sejumlah negara menangguhkan vaksinasi dengan produk tersebut. 

Dia menjelaskan bahwa Indonesia tetap menggunakan produk tersebut lantaran sudah memiliki izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. 

"Karena sudah ada izin EUA, jadi sudah ada izin untuk penggunaannya, iya [tetap akan digunakan]," ujarnya.

Astrazeneca merupakan satu dari tujuh jenis vaksin yang ditetapkan bagi program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah. Enam jenis lainnya, seperti diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 adalah vaksin yang diproduksi PT Biofarma (Persero), Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc, Novavax, dan Sinovac.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pada Senin (8/3/2021), mengatakan Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton dan terdiri dari 11.136 karton. Pasokan tersebut merupakan bagian awal dari seri pertama vaksin.

Pada seri pertama, Indonesia akan memperoleh 11.704.800 vaksin jadi. Pengiriman seri pertama ini akan dilakukan hingga Mei 2020 dan diharapkan akan diikuti dengan seri selanjutnya.

Adapun, vaksinasi Covid-19 dengan produk AstraZeneca telah ditangguhkan di sejumlah negara, terutama di Eropa dan teranyar Thailand. Langkah itu diambil lantaran adanya laporan pembekuan darah sebagai dampak vaksinasi.

Namun, otoritas kesehatan Filipina menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat alasan untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca di negara itu. Pemerintah negara itu juga menambahkan bahwa manfaat vaksin tersebut lebih besar daripada risikonya. Filipina sejauh ini telah menerima 525.600 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca melalui fasilitas COVAX.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia